PENDIDIKAN

Ketua PGRI Jambi Minta Wacana Penghapusan Tenaga Honorer Dikaji Ulang

54
×

Ketua PGRI Jambi Minta Wacana Penghapusan Tenaga Honorer Dikaji Ulang

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 229
0 0
Read Time:1 Minute, 34 Second

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Terkait wacana penghapusan tenaga honorer atau tenaga kerja daerah sebagaimana tertuang dalam surat edaran menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (MENPAN-RB) nomor B/185/M.SM.02.03/2022. membuat ribuan honorer terutama tenaga pendidik terancam tidak dapat memperpanjang kontrak kerja.

Apabila hal itu terjadi, tentunya akan berdampak besar pada dunia pendidikan di Provinsi Jambi yang masih didominasi oleh tenaga pendidik dengan status tenaga honorer atau kontrak daerah terutama didaerah pelosok.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jambi, Drs H. Lukman M. Pd, saat dibincangi awak media ini disela acara silaturahminya dengan Ormas Forum Peduli Singkut di Kecamatan Singkut meminta Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia mengkaji ulang wacana penghapus tenaga honorer daerah karena akan berimbas terhadap dunia pendidikan

“Selaku Ketua PGRI Provinsi Jambi, saya sudah menghadap kementerian PAN-RB, kemudian bapak Presiden RI, Kita minta kebijakan terkait Penghapusan tenaga honorer terutama tenaga pendidik dikaji kembali. Karena dampaknya sangat luar biasa,” ungkapnya pada Selasa (10/01/2023)

Mantan Kadisdik Sarolangun ini pun berharap agar seluruh tenaga didik berstatus honorer di Provinsi Jambi dapat diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tanpa harus mengikuti tes, sehingga kesejahteraan para guru bisa meningkat

“Kita meminta baik kepada pemerintah pusat atau daerah agar tenaga didik yang berstatus honorer tetap dipertahankan, bahkan PGRI mendorong agar seluruh guru honorer diangkat sebagai PPPK meski secara bertahap,” ujarnya.

Haji Lukman juga menyoroti rendah gaji atau upah yang diterima para tenaga pendidik yang masih jauh dibawah UMP, namun demikian dirinya menghimbau para tenaga pendidik di Provinsi Jambi khususnya Kabupaten Sarolangun tetap terus semangat menjalankan tugas.

“Saya ini mantan guru, kalau sudah cinta dengan profesi itu sangat sulit melepaskannya, kita tahu berapa gaji yang didapat antara 1 sampai 1,6 juta perbulan, kita berharap ada kebijaksanaan yang baiklah untuk para pendidik terutama yang berstatus masih honorer” harapnya.

Penulis : Aang

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

/* */