HUKUM & KRIMINALITAS

Ketua Forum Wartawan Merangin (Forwam) Kecam Tindakan Intimidasi Oknum Polisi

82
×

Ketua Forum Wartawan Merangin (Forwam) Kecam Tindakan Intimidasi Oknum Polisi

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 492
0 0
Read Time:1 Minute, 17 Second

MERANGIN-Suararakyatnews

Sehubungan dengan insiden intimidasi dan pemaksaan menghapus Foto hasil liputan saat meliput razia didepan halaman Mapolres Merangin Sabtu malam (17/6 ) yang dilakukan oleh oknum Petugas Kepolisian terhadap Jurnalis Merangin, langsung  mendapat respon dari  KETUA FORUM WARTAWAN MERANGIN  (FORWAM)  Ketua Forwam Nazarman sangat mengecam atas tindakan Oknum Aparat Kepolisian tersebut.


Hal ini diungkapkan Ketua Forum Wartawan  Merangin (Forwam) Nazarman, iya meminta seharusnya semua  pihak menghormati etika Jurnalis dan tugas Jurnalis, jika adanya dugaan intimidasi yang dilakuan aparat, dirinya mengecam tindakan tersebut.

“Kami meminta kepada semua pihak agar menghormati tugas-tugas Jurnalistik yang ingin memberikan laporan secara utuh kepada masyarakat. Jangan kami dihalangi, apa lagi dokumentasi kami dipinta dihapus. Ini sudah pelecehan,”ungkap Nazarman.

Dijelaskan Nazarman, Tugas Pers ini dilindungi undang-undang, salah satunya seperti termaktub dalam Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999 Pasal 18 ayat 1 bahwa menghalang-halangi pekerjaan Jurnalistik merupakan tindakan melawan hukum.


“Jika ini benar, pelakunya bisa saja dikenai sanksi denda berupa uang Rp500 juta atau dua tahun hukuman kurungan badan,” tambahnya.

Maka dari itu, atas nama Forum Wartawan Merangin (FORWAM)  meminta kepada Anggota Kepolisian yang menghalangi kegiatan jurnalis harus ditegur atau diberi sanksi agar kejadian serupa tidak terulang lagi dan berharap kepada Kapolres Merangin agar menindak tegas Anggotanya yang dengan sengaja menghalangi tugas pers.


“Kapolres tolong tindak tegas anggota seperti itu, hingga hal ini tidak terjadi di kemudian hari, dan juga saya mengimbau rekan-rekan Jurnalis agar selalu mengedepankan profesionalisme dan etika yang baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,”tandasnya. (SRn.PERI)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Press Release Unit IV PPA,Kembali Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan,Tim FRN Batanghari Sangat Apresiasi BATANGHARI- Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press Release terkait Tindak Pidana setiap orang dilarang melakukan kekerasan, Ancaman kekerasan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain sebagaimana dalam Pasal 81 Ayat 3 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam Press Release disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Husni Abda,S.I.K.,M.H beserta Kanit IV PPA IPDA Sianturi yang digelar di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Batanghari, Selasa (16/07/2024). Dijelaskan Kasat Reskrim AKP Husni Abda dalam Press Release nya,” sosok tersangka berinisial MS (41) telah melakukan aksi bejatnya sejak dari Bunga (nama samaran) menginjak kelas enam (6) Sekolah Dasar (SD) di Tahun 2021. Sedangkan tempat kejadian berada dikamar Korban atau rumah tersangka MS tepatnya di Kelurahan Pasar Baru,” ungkap AKP Husni. AKP Husni juga memaparkan kronologis singkat kejadian dari keterangan laporan korban,“ tersangka MS melakukan aksi bejat terhadap anaknya ini dalam keadaan rumah lagi sepi bahkan sering juga dilakukannya pada siang hari. Korban Bunga juga menceritakan tersangka melakukan dengan cara membujuk serta memberikan iming-iming uang setiap akan melakukan persetubuhan, juga mengancam akan berhentikan sekolah dan kalau terjadi apa-apa jangan minta tolong ke ayah (tersangka) terang dalam pengakuan korban,” papar Husni. Selanjutnya,” perbuatan bejat pelaku tercium pihak kepolisian, setelah mendapatkan laporan dari korban Bunga (nama samaran) pada Rabu 10 Juli 2024 lalu dan pada hari selanjutnya Kamis 11 Juli 2024 sekitar pukul 15.00 WIB Unit IV PPA yang di-backup Unit Buser Sat Reskrim Polres Batanghari langsung mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian,” ungkap AKP Husni. “ setelah itu Personil berhasil menemukan tersangka dan lakukan upaya paksa untuk dibawa ke Mapolres Batanghari guna untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya. Menurut Opini penulis dari kejadian yang berkali-kali pada beberapa tahun belakangan ini angka kriminalitas kasus Tindak Pidana Persetubuhan dan Pencabulan sangat tinggi, maka bukan hanya peran Polri saja yang harus selalu aktif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, perlu juga peran penting dari Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak serta peran para Alim Ulama agar bisa langsung mengatasi tindak kekerasan terhadap anak serta agar bisa menjaga hak-hak perempuan, ini adalah sebuah tantangan besar untuk kita semua demi untuk melindungi hak mereka. Dedi Ketua Satgas FRN (Fast Respon Nusantara)Tim Counter Opinion Polri di Kab.Batanghari, Sangat Ber Apresiasi terhadap Sat Reskrim Polres Batanghari,yang telah Banyak Mengungkap Kasus di wilayah Kabupaten Batanghari, Semoga Sat Reskrim Polres Batanghari Semakin jaya, Polri Presisi,Bravo Polres Batanghari,(tim)

BATANGHARI, Suararakyatnews.com, Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press…

/* */