HUKUM & KRIMINALITAS

Bawa Sabu 2 Kg Warga Batu Kucing Diringkus Satres Narkoba Polres Sarolangun

80
×

Bawa Sabu 2 Kg Warga Batu Kucing Diringkus Satres Narkoba Polres Sarolangun

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 48
0 0
Read Time:1 Minute, 30 Second

SAROLANGUN, Suararakyatnews.com,

Satres Narkoba Polres Sarolangun berhasil meringkus pria berinisial (D) warga Batu Kucing, Kecamatan Pauh, karena terbukti membawa Narkoba jenis sabu dengan berat bersih berjumlah, 2.017,82 (Dua ribu tujuh belas koma delapan dua) Gram.

Kapolres Sarolangun AKBP Budi Prasetya, saat mengelar Konferensi Pers, usai pelaksanaan HUT Bhayangkara ke78 pada Senin (01/07/2024) di Halaman Mapolres Sarolangun, menerangkan bahwa pelaku (D) di ringkus pada Kamis, (27/06/2024) laku, sekira pukul 22.15 Wib di Jalan Sarolangun Tembesi Pulau Pinang.


Menurut Kapolres, Bersama Kasat Narkoba AKP Hendri, AKBP Budi menyampaikan bahwa pemburuan terhadap peredaran barang haram tersebut merupakan sebuah PR utama Kepolisian dengan mengandeng seluruh stakeholder hingga masyarakat.

“Tidak cukup hanya Polri dalam berantas Narkoba, akan tetapi seluruh stakeholder TNI, Pemerintah, Tokoh Masyarakat dan tenaga Kesehatan,” kata AKBP Budi.

Berdiri disamping Kapolres, Letkol Inf Suyono mengapresiasi kinerja Polres Sarolangun yang telah berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku.


“Kami selalu mendukung tugas Polri, untuk selalu memberantas narkoba di wilayah kita,” kata Dandim 0420/Sarko.

Apresiasi serupa juga datang dari Sekban Kesbangpol Hudri, kata dia, Kesbangpol akan senantiasa beriringan bersama Kepolisian dalam mengedukasi masyarakat akan bahaya Narkotika.


“Kami tentu sangat prihatin pak, mudahan kita bisa mengedukasi masyarakat dalam memberantas narkoba di Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko,” ujar Kaban Kesbangpol.

Atas perlakuan nya, Pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2), Jo pasal 132 ayat (1), atau pasal 112 ayat (2), Jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain itu, pria 23 tahun tersebut juga di ganjar pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat RI nomor 12 tahun 1951 tentang senjata tajam.

Mempertanggungjawabkan perbuatannya, Pelaku akan di jerat hukuman pidana penjara paling singkat selama 6 Tahun maksimal 20 Tahun di tambah denda Rp. 10.000.000.000 (Sepuluh miliar rupiah) ditambah 1/3 (sepertiga) . (*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Press Release Unit IV PPA,Kembali Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan,Tim FRN Batanghari Sangat Apresiasi BATANGHARI- Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press Release terkait Tindak Pidana setiap orang dilarang melakukan kekerasan, Ancaman kekerasan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain sebagaimana dalam Pasal 81 Ayat 3 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam Press Release disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Husni Abda,S.I.K.,M.H beserta Kanit IV PPA IPDA Sianturi yang digelar di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Batanghari, Selasa (16/07/2024). Dijelaskan Kasat Reskrim AKP Husni Abda dalam Press Release nya,” sosok tersangka berinisial MS (41) telah melakukan aksi bejatnya sejak dari Bunga (nama samaran) menginjak kelas enam (6) Sekolah Dasar (SD) di Tahun 2021. Sedangkan tempat kejadian berada dikamar Korban atau rumah tersangka MS tepatnya di Kelurahan Pasar Baru,” ungkap AKP Husni. AKP Husni juga memaparkan kronologis singkat kejadian dari keterangan laporan korban,“ tersangka MS melakukan aksi bejat terhadap anaknya ini dalam keadaan rumah lagi sepi bahkan sering juga dilakukannya pada siang hari. Korban Bunga juga menceritakan tersangka melakukan dengan cara membujuk serta memberikan iming-iming uang setiap akan melakukan persetubuhan, juga mengancam akan berhentikan sekolah dan kalau terjadi apa-apa jangan minta tolong ke ayah (tersangka) terang dalam pengakuan korban,” papar Husni. Selanjutnya,” perbuatan bejat pelaku tercium pihak kepolisian, setelah mendapatkan laporan dari korban Bunga (nama samaran) pada Rabu 10 Juli 2024 lalu dan pada hari selanjutnya Kamis 11 Juli 2024 sekitar pukul 15.00 WIB Unit IV PPA yang di-backup Unit Buser Sat Reskrim Polres Batanghari langsung mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian,” ungkap AKP Husni. “ setelah itu Personil berhasil menemukan tersangka dan lakukan upaya paksa untuk dibawa ke Mapolres Batanghari guna untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya. Menurut Opini penulis dari kejadian yang berkali-kali pada beberapa tahun belakangan ini angka kriminalitas kasus Tindak Pidana Persetubuhan dan Pencabulan sangat tinggi, maka bukan hanya peran Polri saja yang harus selalu aktif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, perlu juga peran penting dari Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak serta peran para Alim Ulama agar bisa langsung mengatasi tindak kekerasan terhadap anak serta agar bisa menjaga hak-hak perempuan, ini adalah sebuah tantangan besar untuk kita semua demi untuk melindungi hak mereka. Dedi Ketua Satgas FRN (Fast Respon Nusantara)Tim Counter Opinion Polri di Kab.Batanghari, Sangat Ber Apresiasi terhadap Sat Reskrim Polres Batanghari,yang telah Banyak Mengungkap Kasus di wilayah Kabupaten Batanghari, Semoga Sat Reskrim Polres Batanghari Semakin jaya, Polri Presisi,Bravo Polres Batanghari,(tim)

BATANGHARI, Suararakyatnews.com, Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press…

/* */