WACANA

Pekerjaan dan Keahlian Dalam Mempraktikkan Teknis Jurnalis

30
×

Pekerjaan dan Keahlian Dalam Mempraktikkan Teknis Jurnalis

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 584
0 0
Read Time:3 Minute, 43 Second

SAROLANGUN. SRN

images2-jurnalisPekerjaan dan Keahlian Para Wartawan adalah mengemas informasi menjadi sebuah berita yang penting dan bermanfaat buat khalayak. Dalam mengerjakan pekerjaan itu, mereka menggunakan berbagai tekhnik, mulai dari tekhnik mengumpulkan fakta, tekhnik menulis berita, tekhnik mem-framing berita, tekhnik menyunting berita hingga tekhnik menyiarkan berita. Mereka yang menguasai semua tekhnik inilah yang berhak disebut memiliki keterampilan Teknis Jurnalisme, Semua tekhnik di atas bisa dipelajari dan dilatihkan. Namun, untuk memperoleh keterampilan Teknis Jurnalisme yang memadai, semua orang harus berlatih menggunakan semua tekhnik tersebut. Semakin sering mereka berlatih, semakin terampil pula mereka menggunakan Teknis Jurnalisme.

Bagi mereka yang sudah terampil menggunakan Teknis Jurnalisme, profesi wartawan bukan sekadar mempraktikkan keterampilan Teknis Jurnalisme, Mereka menjadikan Profesi Wartawan sebagai sarana mengabdi untuk kepentingan Masyarakat Banyak. Mereka menjadikannya sebagai jalan hidup Dalam keadaan begini, mereka ingin berita yang dibaca khalayak mengutamakan kepentingan khalayak dan bermanfaat buat khalayak. Kalau sudah begini, barulah mereka puas. Pada titik inilah mereka menganggap diri mereka sudah menjalankan profesinya dengan baik.

Persoalannya lantas bagaimana khalayak menilai sebuah berita memang penting dan bermanfaat buat mereka? Yakni dengan mengidentifikasi wacana yang terkandung dalam berita. Kalau wacananya memang penting buat khalayak dan bermanfaat buat mereka, sesungguhnya wartawan yang menulis berita bersangkutan sudah menjalankan profesinya dengan baik Sebaliknya, kalau wacananya tidak penting buat khalayak dan tidak pula bermanfaat buat khalayak, atau malah beritanya tidak punya wacana sama sekali, penulis berita tersebut belum menjalankan profesinya dengan baik. Yang terakhir inilah yang membuat reputasi Jurnalisme menjadi jelek.

Bertolak dari penjelasan singkat ini, kita bisa mengatakan bahwa reputasi Jurnalisme ditentukan oleh wacana yang terdapat dalam sebuah berita. Kalau wacana itu penting dan bermanfaat buat khalayak, Jurnalismenya bereputasi. Kalau wacana itu tidak ada atau ada tapi tidak penting dan tidak pula bermanfaat buat khalayak, Jurnalismenya tidak bereputasi.

Dengan penampilan berita yang disiarkan Media Pers sekarang ini, mungkin tidak mudah mencari Praktik Jurnalisme yang bereputasi. Soalnya, beberapa pemilik Media Pers sekarang adalah juga Ketua Umum Partai Politik. Mereka menggunakan Media Persnya untuk menyiarkan berita dengan wacana yang mengutamakan kepentingan partainya dan bermanfaat untuknya. Namun, kita tidak boleh larut dengan kondisi ini. Kita perlu mencari wacana lain yang bisa meng-counter wacana itu. (Dikutip dari berbagai sumber) dengan adanya Demokrasi teknologi melejit, menyebabkan Eforia Informasi Demokratis Kebablasan. Sebab, kondisinya setiap orang mudah memiliki kesempatan bermedia, sehingga mereka bebas Beropini tanpa peduli Etika serta semangat dalam Membangun Bangsa, dengan gamblang.

Yang kita rasakan sekarang ini adalah minimnya ketertarikan Insan Pers menggiring opini bernuansa agama, perkembangan Akhlak Generasi dan sejenisnya Dominan, Wartawan lebih sibuk tentang tuduhan dan tudingan di dalam tubuh pemerintahan. Secara majemuk, Kaum Jurnalis lebih tertarik pada Polemik Politik dibandingkan meliput Prestasi Membangun Bangsa, Penyatuan Umat, dan seterusnya.“Sedikit kesalahan digilas habis, Prestasi Kecil diapung Setinggi Langit, tergantung jumlah materi Tentunya, Insan Pers lebih mampu berinisiatif Menggiring Polemik yang terjadi supaya bersifat non-propaganda Caranya, dengan mengembangkan dan mengimbangkan opininya lebih mengarah kepada pola akhlak Generasi Bangsa menjadi lebih baik Esensinya, paradigma generasi akan terarah dalam kesemrautan kemajuan teknologi yang sudah tak terkendali meracuni pikiran mereka.

Sepertinya sekarang ini Wartawan Idealis terkesan langka, pastinya media Independen yang mengolah informasi berkualitas tanpa ada Monopoli Kepentingan kelompok tertentu. Pasalnya, informasi yang sering disuguhi Kepublik hanyalah pola pemberitaan pikiran negative (mengarahkan), serta kecurigaan yang tidak berdasar Saat ini, kebanyakan informasi hanya berisikan saling tuduh, Provokatif, saling menyalahkan dan tidak solutif Sudah saatnya, masyarakat mengharapkan sosok profesi Jurnalis Idealis, teknokrat, ilmuwan yang belum terpolitisir, membantu perubahan lebih baik. Namun, hanya saja mereka sudah langka Tampaknya Ideologi Jurnalistik semakin tergadaikan oleh Kepentingan Bisnis Media, kepentingan Pemilik Modal yang terkait dengan kehidupan politik Tipisnya Independensi Media paling banyak dijumpai dalam berita politik, hukum dan sosial. Sumber utama kekisruhan informasi adalah pengaruh kepentingan politik yang merasukinya Saat ini eforia demokrasi dapat dilakukan oleh siapapun yang memiliki media, akibatnya sering lakukan pemberitaan non-fakta demi latar belakangnya Terlihat, dari jarangnya berita yang terpublis secara fair  Dampaknya, sebuah keberhasilan tidak terekspos dengan baik karena pengemasan berita itu dianggap tidak penting Kalaupun ada, biasanya didominasi oleh kritikan dan pesan yang pada akhirnya tidak fundamental di mata publik, karena sifatnya sentimen.

Ironisnya, sebagian pengamat politik sebagai narasumber berkualitas, sepertinya juga ikut-ikutan terkontaminasi oleh kepentingan pemain di Negara ini Justru mereka itulah yang sering kali dimanfaatkan dan sarat dengan kepentingan tertentu. Sudah barang tentu Narassumber Berkualitas Idealis, juga Langka.“Pegkritik itu seperti gula, kalau ga dijaga, dikerubungi semut” Semoga saja fenomena semacam ini, tidak terus terlarut dan berlarut Sudah saatnya kita bersama bangkit membangun bangsa, memperkuat NKRI demi masa depan anak cucu kita kelak. (Herhar)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

/* */