HUKUM & KRIMINALITAS

Diduga Oknum Kades Melakukan Kekerasan Pada Anak di Bawah Umur

127
×

Diduga Oknum Kades Melakukan Kekerasan Pada Anak di Bawah Umur

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 86
0 0
Read Time:58 Second

BATANGHARI, Suararakyatnews.com,

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak oleh seorang oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, telah dilaporkan ke Polres Batanghari, Rabu, (22/05/2024), dimana satu orang anak dilaporkan mengalami luka lebam akibat penganiayaan oleh oknum Kades tersebut.

Menurut keterangan dari salah satu orang Tua Korban inisial M, “kejadian tersebut terjadi pada Selasa (21/05/2024) dini hari sekitar pukul 14.30 di RT 05 di wilayah Kecamatan Muara Tembesi. Kronologis kejadian menunjukkan bahwa korban beserta 6 orang teman nya sedang bermain di kolam ikan milik terlapor ketika mereka bermain tiba-tiba ada yang memarahi dan langsung diserang hingga korban mengalami cedera pada kaki sebelah kiri.

M orang tua salah satu korban telah membuat laporan pengaduan terkait peristiwa ini dengan nomor STBPP/173/V/2024 di Satreskrim Polres Batanghari, yang diserahkan pada tangga 21 Mei 2024.

Hingga saat ini, oknum Kades yang bersangkutan tidak merespon saat di konfirmasi melalui panggilan telepon.

Ketua Satgas FRN POLRI Kabupaten Batanghari mengungkapkan rasa kecewa dengan adanya tindakan kekerasan terhadap anak dibawah umur ini dan berharap Supaya kasus ini di tindak sesuai hukum yang berlaku untuk memberikan keadilan bagi korban. (Dedi)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Press Release Unit IV PPA,Kembali Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan,Tim FRN Batanghari Sangat Apresiasi BATANGHARI- Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press Release terkait Tindak Pidana setiap orang dilarang melakukan kekerasan, Ancaman kekerasan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain sebagaimana dalam Pasal 81 Ayat 3 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam Press Release disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Husni Abda,S.I.K.,M.H beserta Kanit IV PPA IPDA Sianturi yang digelar di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Batanghari, Selasa (16/07/2024). Dijelaskan Kasat Reskrim AKP Husni Abda dalam Press Release nya,” sosok tersangka berinisial MS (41) telah melakukan aksi bejatnya sejak dari Bunga (nama samaran) menginjak kelas enam (6) Sekolah Dasar (SD) di Tahun 2021. Sedangkan tempat kejadian berada dikamar Korban atau rumah tersangka MS tepatnya di Kelurahan Pasar Baru,” ungkap AKP Husni. AKP Husni juga memaparkan kronologis singkat kejadian dari keterangan laporan korban,“ tersangka MS melakukan aksi bejat terhadap anaknya ini dalam keadaan rumah lagi sepi bahkan sering juga dilakukannya pada siang hari. Korban Bunga juga menceritakan tersangka melakukan dengan cara membujuk serta memberikan iming-iming uang setiap akan melakukan persetubuhan, juga mengancam akan berhentikan sekolah dan kalau terjadi apa-apa jangan minta tolong ke ayah (tersangka) terang dalam pengakuan korban,” papar Husni. Selanjutnya,” perbuatan bejat pelaku tercium pihak kepolisian, setelah mendapatkan laporan dari korban Bunga (nama samaran) pada Rabu 10 Juli 2024 lalu dan pada hari selanjutnya Kamis 11 Juli 2024 sekitar pukul 15.00 WIB Unit IV PPA yang di-backup Unit Buser Sat Reskrim Polres Batanghari langsung mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian,” ungkap AKP Husni. “ setelah itu Personil berhasil menemukan tersangka dan lakukan upaya paksa untuk dibawa ke Mapolres Batanghari guna untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya. Menurut Opini penulis dari kejadian yang berkali-kali pada beberapa tahun belakangan ini angka kriminalitas kasus Tindak Pidana Persetubuhan dan Pencabulan sangat tinggi, maka bukan hanya peran Polri saja yang harus selalu aktif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, perlu juga peran penting dari Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak serta peran para Alim Ulama agar bisa langsung mengatasi tindak kekerasan terhadap anak serta agar bisa menjaga hak-hak perempuan, ini adalah sebuah tantangan besar untuk kita semua demi untuk melindungi hak mereka. Dedi Ketua Satgas FRN (Fast Respon Nusantara)Tim Counter Opinion Polri di Kab.Batanghari, Sangat Ber Apresiasi terhadap Sat Reskrim Polres Batanghari,yang telah Banyak Mengungkap Kasus di wilayah Kabupaten Batanghari, Semoga Sat Reskrim Polres Batanghari Semakin jaya, Polri Presisi,Bravo Polres Batanghari,(tim)

BATANGHARI, Suararakyatnews.com, Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press…

/* */