HUKUM & KRIMINALITAS

Ditinggal Kekebun, Rumah Warga Muara Cuban di Lalap Sijago Merah

49
×

Ditinggal Kekebun, Rumah Warga Muara Cuban di Lalap Sijago Merah

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 512
0 0
Read Time:1 Minute, 3 Second

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Warga Dusun Sungai Pinang Desa Muara Cuban kecamatan Batang Asai dikagetkan oleh kebakaran yang menimpa salah satu warga mereka. Sebuah rumah warga habis terbakar dalam peristiwa ini.


Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB Jum’at (17/05/2019) di saat rumah dalam keadaan kosong di tinggal bekerja oleh pemiliknya Buyung (36) yang bekerja di kebunnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun 1 unit rumah beserta isinya ludes terbakar di perkirakan kerugian kurang lebih 80 juta.

Danramil 420-01/Batang Asai Kapten Inf Suhari melalui Babinsa Serda Jumino mengajak warga untuk memadamkan api tersebut walau pun dengan cara manual, pukul 11.00 Wib api sudah dapat di padamkan


Babinsa masih membantu warga dan memonitor perkembangan.


Dandim 0420/Sarko Letkol Kav Rohyat Happy Ariyanto,S.Sos.MM yang di hubungi awak media melalui ponselnya membenarkan adanya kejadian itu “ya benar adanya rumah warga Dusun Sungai Pinang Desa Muara Cuban terbakar, pada saat kejadian Danramil batang Asai menghubungi ponsel saya melaporkan telah terjadi kebakaran di wilayah binaannya dengan penyebab di Duga Akibat Kebakaran, asal Bara api dari Kayu dapur yang Lupa dimatikan pada saat memasak persiapan makan sahur, sehingga api merambat Ke Dinding papan dan menjalar ke atap dan ke tempat yang lainnya.” Ujar Dandim (Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Press Release Unit IV PPA,Kembali Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan,Tim FRN Batanghari Sangat Apresiasi BATANGHARI- Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press Release terkait Tindak Pidana setiap orang dilarang melakukan kekerasan, Ancaman kekerasan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain sebagaimana dalam Pasal 81 Ayat 3 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam Press Release disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Husni Abda,S.I.K.,M.H beserta Kanit IV PPA IPDA Sianturi yang digelar di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Batanghari, Selasa (16/07/2024). Dijelaskan Kasat Reskrim AKP Husni Abda dalam Press Release nya,” sosok tersangka berinisial MS (41) telah melakukan aksi bejatnya sejak dari Bunga (nama samaran) menginjak kelas enam (6) Sekolah Dasar (SD) di Tahun 2021. Sedangkan tempat kejadian berada dikamar Korban atau rumah tersangka MS tepatnya di Kelurahan Pasar Baru,” ungkap AKP Husni. AKP Husni juga memaparkan kronologis singkat kejadian dari keterangan laporan korban,“ tersangka MS melakukan aksi bejat terhadap anaknya ini dalam keadaan rumah lagi sepi bahkan sering juga dilakukannya pada siang hari. Korban Bunga juga menceritakan tersangka melakukan dengan cara membujuk serta memberikan iming-iming uang setiap akan melakukan persetubuhan, juga mengancam akan berhentikan sekolah dan kalau terjadi apa-apa jangan minta tolong ke ayah (tersangka) terang dalam pengakuan korban,” papar Husni. Selanjutnya,” perbuatan bejat pelaku tercium pihak kepolisian, setelah mendapatkan laporan dari korban Bunga (nama samaran) pada Rabu 10 Juli 2024 lalu dan pada hari selanjutnya Kamis 11 Juli 2024 sekitar pukul 15.00 WIB Unit IV PPA yang di-backup Unit Buser Sat Reskrim Polres Batanghari langsung mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian,” ungkap AKP Husni. “ setelah itu Personil berhasil menemukan tersangka dan lakukan upaya paksa untuk dibawa ke Mapolres Batanghari guna untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya. Menurut Opini penulis dari kejadian yang berkali-kali pada beberapa tahun belakangan ini angka kriminalitas kasus Tindak Pidana Persetubuhan dan Pencabulan sangat tinggi, maka bukan hanya peran Polri saja yang harus selalu aktif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, perlu juga peran penting dari Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak serta peran para Alim Ulama agar bisa langsung mengatasi tindak kekerasan terhadap anak serta agar bisa menjaga hak-hak perempuan, ini adalah sebuah tantangan besar untuk kita semua demi untuk melindungi hak mereka. Dedi Ketua Satgas FRN (Fast Respon Nusantara)Tim Counter Opinion Polri di Kab.Batanghari, Sangat Ber Apresiasi terhadap Sat Reskrim Polres Batanghari,yang telah Banyak Mengungkap Kasus di wilayah Kabupaten Batanghari, Semoga Sat Reskrim Polres Batanghari Semakin jaya, Polri Presisi,Bravo Polres Batanghari,(tim)

BATANGHARI, Suararakyatnews.com, Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press…

/* */