HUKUM & KRIMINALITAS

Saat Tes Urine, 13 Orang ASN Tidak Hadir

56
×

Saat Tes Urine, 13 Orang ASN Tidak Hadir

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 468
0 0
Read Time:1 Minute, 17 Second

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Sebanyak 13 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Sarolangun, tidak hadir saat dilakukannya tes urine yang dilaksanakan oleh Kantor Kesbangpol Sarolangun yang bekerja sama dengan BNNK Batang Hari pada hari Kamis (28/3/2019) di aula Kantor Bappeda.


Pengambilan sample urine dilakukan terhadap 60 orang Bendahara Dinas serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di 20 SKPD dilingkungan Pemkab Sarolangun.

Solahudin Nopri SH, Kepala Badan Kesbangpol Sarolangun selaku pelaksana kegiatan, saat dikonfirmasi terkait banyaknya ASN yang tidak hadir menyebutkan pihaknya belum dapat informasi atau keterangan atas ketidakhadiran 13 ASN saat dilakukannya tes urine tersebut.

“Saya tidak tahu pasti kenapa, mungkin bisa saja mereka lagi dinas keluar atau lagi ada kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, namun kami tetap akan melakukan tes urin terhadap mereka, karna dalam tahun ini kita ada 2 tahapan tes urine terhadap ASN,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala BNNK Batanghari, Kompol Zuhairi menilai bahwa kegiatan tes urine tidak efektif, karena banyak ASN yang datang.

“Saya nilai ini cek urine kali ini main-main, saya tidak tahu lah kenapa sangat sedikit yang hadir, apa karna takut atau gimana, saya juga sangat menyayangkan kenapa harus dikasih tau ada tes urine seharusnya tidak dijelaskan di undangan akan diadakan tes urine, cukup sosialisasi narkotika aja, sehingga mereka tidak ada rasa ketakutan untuk hadir, kalau beginikan hanya beberapa saja yang hadir,” ucap Kompol Zuhairi sembari mengatakan bahwa hasil tes urine terhadap 47 orang ASN yang hadir tidak ditemukan tanda-tanda positif.


Hingga berita ini diterbitkan belum terkonfirmasi, nama-nama 13 orang ASN yang tidak hadir serta tempat satuan kerjanya. (*Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Press Release Unit IV PPA,Kembali Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan,Tim FRN Batanghari Sangat Apresiasi BATANGHARI- Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press Release terkait Tindak Pidana setiap orang dilarang melakukan kekerasan, Ancaman kekerasan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain sebagaimana dalam Pasal 81 Ayat 3 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam Press Release disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Husni Abda,S.I.K.,M.H beserta Kanit IV PPA IPDA Sianturi yang digelar di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Batanghari, Selasa (16/07/2024). Dijelaskan Kasat Reskrim AKP Husni Abda dalam Press Release nya,” sosok tersangka berinisial MS (41) telah melakukan aksi bejatnya sejak dari Bunga (nama samaran) menginjak kelas enam (6) Sekolah Dasar (SD) di Tahun 2021. Sedangkan tempat kejadian berada dikamar Korban atau rumah tersangka MS tepatnya di Kelurahan Pasar Baru,” ungkap AKP Husni. AKP Husni juga memaparkan kronologis singkat kejadian dari keterangan laporan korban,“ tersangka MS melakukan aksi bejat terhadap anaknya ini dalam keadaan rumah lagi sepi bahkan sering juga dilakukannya pada siang hari. Korban Bunga juga menceritakan tersangka melakukan dengan cara membujuk serta memberikan iming-iming uang setiap akan melakukan persetubuhan, juga mengancam akan berhentikan sekolah dan kalau terjadi apa-apa jangan minta tolong ke ayah (tersangka) terang dalam pengakuan korban,” papar Husni. Selanjutnya,” perbuatan bejat pelaku tercium pihak kepolisian, setelah mendapatkan laporan dari korban Bunga (nama samaran) pada Rabu 10 Juli 2024 lalu dan pada hari selanjutnya Kamis 11 Juli 2024 sekitar pukul 15.00 WIB Unit IV PPA yang di-backup Unit Buser Sat Reskrim Polres Batanghari langsung mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian,” ungkap AKP Husni. “ setelah itu Personil berhasil menemukan tersangka dan lakukan upaya paksa untuk dibawa ke Mapolres Batanghari guna untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya. Menurut Opini penulis dari kejadian yang berkali-kali pada beberapa tahun belakangan ini angka kriminalitas kasus Tindak Pidana Persetubuhan dan Pencabulan sangat tinggi, maka bukan hanya peran Polri saja yang harus selalu aktif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, perlu juga peran penting dari Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak serta peran para Alim Ulama agar bisa langsung mengatasi tindak kekerasan terhadap anak serta agar bisa menjaga hak-hak perempuan, ini adalah sebuah tantangan besar untuk kita semua demi untuk melindungi hak mereka. Dedi Ketua Satgas FRN (Fast Respon Nusantara)Tim Counter Opinion Polri di Kab.Batanghari, Sangat Ber Apresiasi terhadap Sat Reskrim Polres Batanghari,yang telah Banyak Mengungkap Kasus di wilayah Kabupaten Batanghari, Semoga Sat Reskrim Polres Batanghari Semakin jaya, Polri Presisi,Bravo Polres Batanghari,(tim)

BATANGHARI, Suararakyatnews.com, Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press…

/* */