space
space
HUKUM & KRIMINALITAS

Dana Desa Rp.180 Juta Digasak Maling

50
×

Dana Desa Rp.180 Juta Digasak Maling

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 549
0 0
Read Time:1 Minute, 12 Second

MERANGIN-Suararakyatnews.com,

Nasib naas menimpa Tapri bin Sarif (55) yang menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Rantau Bidaro Kecamatan Muara Siau Kabupaten Merangin, Kamis (23/11) sekira pukul 21.00 Wib rumahnya dibobol Maling.

Kapolres Merangin AKBP.Aman Guntoro,SIK, melalui Kapolsek Muara Siau Iptu.Adli mengatakan Rumah Kades dibobol Maling saat Kades dan istrinya sedang menghadiri acara Maulid Nabi di Madrasah.

“Benar, kejadiannya sekitar pukul 21.00 malam tadi, dan Rumah dalam keadaan kosong.” Kata Kapolsek Muara Siau Iptu Adli.

Pada kamis (23/11) Sekitar pukul 21.30 wib Kaur Desa Rantau Bidaro bernama Dudung Putra datang kerumah Pelapor Sekdes Candra Kurniawan bin Zainudin (29) Ia mengatakan bahwa Rumah Kades Rantau Bidaro dibobol maling sekira pukul 21.00 dan menerangkan bahwa barang yang dicuri berupa uang tunai Dana ADD sebesar Rp.180.000.000,- (Seratus delapan puluh juta rupiah ).  dibawa kabur Pencuri. Atas kejadian itu Sekretaris Desa (Sekdes) langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muara Siau.

Setelah Mendapat laporan, Anggota Polsek Muara Siau langsung menuju ke Tempat kejadian Perkara dirumah Kades Rantau Bidaro untuk melakukan Olah TKP.

Maling masuk dari pintu belakang rumah Kades dengan cara merusak kunci, ada tiga pintu yang dibobol maling, selain pintu belakang, pintu tengah juga dibuka paksa oleh Pencuri dan terakhir pintu kamar Kades uang Rp 180 juta tersebut disimpannya di bawah kasur.”Ujar Iptu Adli.
Saat ini kita masih mendalami dan meminta keterangan saksi-saksi untuk pengembangan lebih lanjut.”Pungkas Iptu Adli. (SRN.PERI)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

/* */