space
space
DAERAH

Kembali Jalinsum Kabupaten Muratara di Blokade Warga

56
×

Kembali Jalinsum Kabupaten Muratara di Blokade Warga

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 617
0 0
Read Time:1 Minute, 13 Second

​MURATARA–Suararakyatnews.com, 

Kondisi Jalan Lintas Sumatera di Desa Karang Anyar Kec. Rupit yang di Blokade Warga, Senin (13/11), Pukul 13.00 Wib

Aksi Blokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) diwilayah Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan Kembali terjadi, aksi Blokade badan jalan dengan cara diportal disertai pembakaran Ban bekas terjadi pada hari Senin (13/11/2017) sekitar pukul 13.00 Wib  tepatnya di Desa Karang Anyar Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara.

Aksi Pemblokadean Badan Jalan Lintas Sumatera di Desa Karang Anyar ini dilakukan sekitar 100 Orang warga Desa Karang Anyar, karena dipicu, salah seorang Kandidat Calon Kepala Desa yang mereka dukung tidak lulus seleksi oleh BPMPDK Kabupaten Muratara, Berikut adalah Nama Calon Kepala Desa Karang Anyar, dan 1 (satu) orang lainnya dinyatakan tidak lulus  : 1. Amir (lulus), 2.Idris (lulus), 3.Matcis (lulus), 4.Tahar (lulus), 5.Hendri (lulus), dan 6.Martono (tidak lulus) yang diumumkan pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Kelurahan BPMPDK satu hari sebelumnya, tidak terima kandidat mereka dinyatakan tidak lulus seleksi, massa pendukung Martono inipun melakukan aksi Protes yang berakhir pada Aksi Blokade badan Jalan Lintas Sumatera yang hampir 6 Jam.

Aksi baru berhenti sekitar pukul 17.30 Wib setelah Wakil Bupati Muratara H. Devi Suhartoni ‎mendatangi lokasi dan melakukan mediasi dengan massa yang memblokade akses Jalinsum tersebut, pada Pukul 18.00 wib, akses Jalan Lintas Sumatera baru dapat dibuka sehingga Situasi saat ini kembali normal. (Aang)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

/* */