HUKUM & KRIMINALITAS

Polres Sarolangun kembali Ungkap Peredaran Narkotika Lintas Daerah

239
×

Polres Sarolangun kembali Ungkap Peredaran Narkotika Lintas Daerah

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 138
0 0
Read Time:2 Minute, 11 Second

SAROLANGUN, Suararakyatnews.com,

Pihak Kepolisian Resort Sarolangun kembali berhasil memutuskan mata rantai peredaran Narkotika Jenis Ektasi lintas daerah dari 3 orang tersangka masing-masing, S, Perempuan (44) warga Perumahan pesona kayangan, Sungai Duren Kec Jambi luar Kota, Kab Muaro Jambi, kemudian SY, Laki-laki (33) warga Rt 11 Pall Merah lama, Kec Jambi Selatan, Kota Jambi, dan RR, Laki-laki (35) warga perumahan pesona kayangan, Sungai Duren Kec Jambi luar Kota, Kab Muaro Jambi dari tangan ketiganya pihak Kepolisian berhasil mengamankan sebanyak 793 butir Narkotika jebis ekstasi.

Kapolres Sarolangun, AKBP Budi Prasetya S. Ik, M. Si, saat mengelar Konfrensi Pers pada Kamis (20/06/2024) siang, mengatakan Ketiga pelaku ditangkap dilokasi yang berbeda-beda pada 9 Juni 2024 lalu, dimana pelaku pertama yang ditangkap adalah (S) yang berperan sebagai perantara yang melakukan perjanjian jual beli Narkotika jenis ekstasi dengan tersangka T (DPO) warga Kec Pelawan Kab Sarolangun sebanyak 300 butir.

Untuk mendapatkan Narkotika pesanan tersangka T tersebut, tersangka S, kemudian menghubungi tersangka W (DPO) warga Pulau Pandan Kota Jambi, memesan Narkotika yang dipinta tersangka T, selanjutnya tersangka W menelpon tersangka RR minta disediakan Narkotika jenis ekstasi, selanjutnya W memerintahkan tersangka SY memgambil Narkotika jenis ekstasi tersebut kepada RR di perumahan pesona kayangan, Sungai Duren Kec Jambi luar Kota, Kab Muaro Jambi.

Setelah mengambil Narkotika jenis ekstasi dengan tersangka RR, tersangka SY pun pergi bersama tersangka S, menuju Kabupaten Sarolangun mengendarai kendaraan bermotor berbeda.

“Tersangka S mengunakan jasa ojek sedangkan tersangka SY mengendarai kendaraan sendiri, sesampai di Kec Mandiangin keduanya bertemu, dimana SY memberikan 10 butir ekstasi kepada S sebagai upah, sisanya dibawa oleh tersangka SY” Terang Kapolres.

Lebih lanjut diterangkan oleh AKBP Budi Prasetya, ” Yang lebih dahulu berhasil diamankan adalah tersangka S dengan BB sebanyak 10 butir ekstasi, lokasi TKP di Sri Pelayang Simpang Jambi, setelah dilakukan pengembangan, Tim Opsnal Satnarkoba Polres Sarolangun kembali berhasil mengamankan tersangka SY dengan BB sebanyak 288 butir ekstasi, lokasi TKP di samping alfamart Simpang kantor Bupati Sarolangun pada 9 Juni 2024 sekira pukul 22.00 wib” Tambah Kapolres.

Kemudian Tim Opsnal Satreskrim Polres Sarolangun kembali melakukan Pengembangan lebih lanjut dan berhasil mengamankan tersangka RR dengan BB sebanyak 495 butir ekstasi.

“Saat ini Satnarkoba masih melakukan penyelidikan terkait asal usul barang yang dimiliki tersangka RR, termasuk mengejar pelaku lain yang masuk DPO. jika sudah ditangkap kita adakan lagi konfrensi pers.” Kata Kapolres.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka akan dijerat pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) atau pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati atau paling singkat 6 Tahun, paling lama 20 tahun dan denda 10.melyar. (*)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Press Release Unit IV PPA,Kembali Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan,Tim FRN Batanghari Sangat Apresiasi BATANGHARI- Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press Release terkait Tindak Pidana setiap orang dilarang melakukan kekerasan, Ancaman kekerasan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain sebagaimana dalam Pasal 81 Ayat 3 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam Press Release disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Husni Abda,S.I.K.,M.H beserta Kanit IV PPA IPDA Sianturi yang digelar di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Batanghari, Selasa (16/07/2024). Dijelaskan Kasat Reskrim AKP Husni Abda dalam Press Release nya,” sosok tersangka berinisial MS (41) telah melakukan aksi bejatnya sejak dari Bunga (nama samaran) menginjak kelas enam (6) Sekolah Dasar (SD) di Tahun 2021. Sedangkan tempat kejadian berada dikamar Korban atau rumah tersangka MS tepatnya di Kelurahan Pasar Baru,” ungkap AKP Husni. AKP Husni juga memaparkan kronologis singkat kejadian dari keterangan laporan korban,“ tersangka MS melakukan aksi bejat terhadap anaknya ini dalam keadaan rumah lagi sepi bahkan sering juga dilakukannya pada siang hari. Korban Bunga juga menceritakan tersangka melakukan dengan cara membujuk serta memberikan iming-iming uang setiap akan melakukan persetubuhan, juga mengancam akan berhentikan sekolah dan kalau terjadi apa-apa jangan minta tolong ke ayah (tersangka) terang dalam pengakuan korban,” papar Husni. Selanjutnya,” perbuatan bejat pelaku tercium pihak kepolisian, setelah mendapatkan laporan dari korban Bunga (nama samaran) pada Rabu 10 Juli 2024 lalu dan pada hari selanjutnya Kamis 11 Juli 2024 sekitar pukul 15.00 WIB Unit IV PPA yang di-backup Unit Buser Sat Reskrim Polres Batanghari langsung mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian,” ungkap AKP Husni. “ setelah itu Personil berhasil menemukan tersangka dan lakukan upaya paksa untuk dibawa ke Mapolres Batanghari guna untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya. Menurut Opini penulis dari kejadian yang berkali-kali pada beberapa tahun belakangan ini angka kriminalitas kasus Tindak Pidana Persetubuhan dan Pencabulan sangat tinggi, maka bukan hanya peran Polri saja yang harus selalu aktif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, perlu juga peran penting dari Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak serta peran para Alim Ulama agar bisa langsung mengatasi tindak kekerasan terhadap anak serta agar bisa menjaga hak-hak perempuan, ini adalah sebuah tantangan besar untuk kita semua demi untuk melindungi hak mereka. Dedi Ketua Satgas FRN (Fast Respon Nusantara)Tim Counter Opinion Polri di Kab.Batanghari, Sangat Ber Apresiasi terhadap Sat Reskrim Polres Batanghari,yang telah Banyak Mengungkap Kasus di wilayah Kabupaten Batanghari, Semoga Sat Reskrim Polres Batanghari Semakin jaya, Polri Presisi,Bravo Polres Batanghari,(tim)

BATANGHARI, Suararakyatnews.com, Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press…

/* */