Sabtu, Oktober 24Suara Rakyat News
Shadow

Banyak Petani Karet Beralih Profesi Ngutip Batu Kerikil Putih

Page Visited: 41
0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Anjloknya harga getah karet yang saat ini berkisar diangka Rp. 6000 Perkilogram, sejak berberapa tahun terakhir, memaksa para Petani yang biasa bekerja menyadap Karet di Desa Lubuk Sepuh Kecamatan Pelawan, beralih Profesi mengutip Batu kerikil putih disepanjang aliran Sungai Batang Asai. Pekerjaan ini terpaksa mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.


Menurut penuturan Nurlaila (43) Warga Dusun Tobek Samanjo, dirinya sudah lama tidak menyadap karet miliknya disebabkan harga jual Getah karet yang tidak kunjung naik, ditambah sulitnya mendapatkan Getah karena musim kemarau.

“Sudah lama kami tidak nyadap karet, harganya murah, selain itu, nyari getah pun sulit karena kemarau ini. Jadi terpaksa ngutip batu putih didekat rumah, bantu suami menutupi biaya jajan anak Sekolah.” tuturnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Pasangan suami-istri (Pasutri) Endang (60), untuk mengatasi kebutuhan Ekonomi keluarga, dirinya juga beralih Profesi mengutip batu kerikil putih disungai, selain mencarinya mudah, hasilnya pun bisa langsung dijual kepada pengepul batu.

“Tidak ada pilihan, terpaksa saya bersama istri berendam disungai dari pagi sampai sore, nyari batu putih disungai, hasilnya bisa langsung dijual dengan pengepul untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Kalau hari libur, anak-anak juga ikut ke sungai, nyadap karet sekarang tidak dapat diandalkan, disamping harganya murah, getahnya pun menyusut karena musim kemarau.” ungkapnya.

Pantauan Media ini di sepanjang aliran Sungai Batang Asai yang melintas di Desa Lubuk Sepuh pada Selasa (3/9/2019) Puluhan warga terlihat bekerja mengutip Batu kerikil putih didalam Sungai yang mulai surut akibat kemarau. Selain disungai, ada juga yang mengutip Batu kerikil didekat rumah masing-masing, seperti terlihat di Dusun Lubuk Buntak dan jalan menuju Pulau Solotak.

Batu kerikil putih yang berhasil dikutip oleh warga ini, selain dijual kepada Pengepul dengan harga jual Rp 2000an perkaleng, ada juga kerikil pilihan yang dicuci bersih untuk dijual disepanjang jalan Lintas Sumatera, dengan harga Rp 25.000 perkarung ukuran 20 Kg. Batu kerikil putih pilihan ini, selain banyak dibeli oleh Masyarakat sekitar Sarolangun, para Pengendara yang melintas dari luar Provinsi Jambi pun sering membeli dalam jumlah besar untuk dijadikan penghias Taman. (Aang)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: