Jumat, November 27Suara Rakyat News
Shadow

Bupati Tamzil “Tak Jerah” Dua Kali Terlibat Kasus Korupsi

Page Visited: 24
0 0
Read Time:2 Minute, 14 Second

JAKARTA-Suararakyatnews.com,

Dari hasil giat OTT KPK yang dilakukan di Kabupaten Kudus Jawa Tengah pada Jumat (26/7/2019) siang, KPK resmi mengumumkan tiga Orang Tersangka terkait kasus dugaan suap pengisian Jabatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus Tahun 2019. Sebagai penerima, yaitu Bupati Kudus Muhammad Tamzil (MTZ), Agus Soeranto (ATO) yang merupakan Staf Khusus Bupati Kudus, sedangkan sebagai pemberi, yaitu Plt Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Akhmad Sofyan yang merupakan Aparatur Sipil Negara.

Ada cerita menarik dari sang Bupati M.Tamzil dan Staf khususnya
Agus Soeranto yang sama-sama jadi tersangka KPK tersebut, mereka berdua diketahui sudah bersahabat sejak masih bekerja di Pemprov Jateng. Namun nasib M.Tamzil, beruntung pada tahun 2003 ia terpilih menjadi Bupati Kabupaten Kudus untuk periode 2003-2008, akan tetapi baru menjabat 1 tahun M.Tamzil, terjerat kasus tindak Pidana Korupsi Pengadaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pendidikan melalui APBD tahun 2004- 2005 yang merugikan Negara sebesar Rp 2,85 miliar yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah.

Setelah tidak lagi menjabat Bupati, kasus yang menjerat M.Tamzil bergulir sampai ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang yang akhirnya menjatuhkan vonis hukuman 22 bulan penjara kepada M.Tamzir, hukuman tersebut tidak lantas dijalani sepenuhnya karena ia mendapatkan pembebasan bersyarat dari Lapas Kedungpane, Semarang pada Desember 2015 lalu. Selama menjalani hukuman Tamzir kembali bertemu dengan sahabat Agus Soeranto yang juga sedang menjalani hukuman di LP yang sama sehingga keakraban dua orang sahabat ini kembali terjalin.

Setelah selesai menjalani hukumannya, pada Pilkada Serentak tahun 2018 lalu, sepertinya Dewi Fortuna kembali berpihak kepada M.Tamzil, mantan Bupati Kabupaten Kudus ini kembali terpilih menjadi Bupati Kabupaten Kudus untuk periode 2018-2023, kali ini ia berpasangan dengan Hartopo yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hanura, setelah dilantik menjadi Bupati Kudus untuk kali kedua, M.Tamzir pun mengangkat sahabatnya Agus Soeranto sebagai staf khusus Bupati, pasca ditetapkan tersangka oleh KPK. Mereka berdua akan kembali bersama di sel bersama-sama.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Kudus Muhammad Tamzil bersama delapan orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (26/7/2019) Mereka ditangkap terkait dugaan pemberian suap dalam pengisian jabatan atau jual beli jabatan di Kabupaten Kudus. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menyatakan Bupati Kudus Muhammad Tamzil bisa saja dituntut dengan hukuman mati karena sebelumnya juga pernah terlibat dalam kasus korupsi.

“Ini tadi sebenarnya sudah kami bicarakan juga tadi pada saat ekspose. Memang kalau sudah berulang kali, bisa nanti tuntutannya sampai dengan hukuman mati tetapi keputusannya masih dalam perkembangan terus, belum diputuskan,” kata Basaria di gedung KPK, Jakarta, pada Sabtu (27/7/2019).
(*Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: