Diduga Oknum Kades Petiduran Monopoli P2DK 2018

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Kondisi kelapa Hibrida setelah ditanam 6 bulan, masih kerdil

Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P2DK) 2018 yang Syogyanya menjadi tugas dan tanggung PTPKD diamputasi oleh oknum Kades Petiduran yang merangkap menjadi penyedia barang dalam Pengadaan dan Pembelian Sapi bali betina sebanyak 10 ekor dengan pagu anggaran Rp 124 juta, serta pengadaan bibit Kelapa Hibrida sebanyak 1100 Batang dengan harga perbatangnya Rp 55.000 dengan pagu anggaran Rp 60 Juta.

Mencuatnya dugaan permainan yang dilakukan oknum Kepala Desa Petiduran ini, terungkap saat tim LSM PKPD, PKP dan TOPPAN RI melakukan Konfirmasi langsung dengan Bendahara Desa (Bendes) Imam Masyhuri berberapa waktu yang lalu di Desa Petiduran.

Dari keterangan yang disampaikan oleh Bendes, bahwa sapi dan Bibit Kelapa Hibrida yang diberikan kepada Masyarakat dalam Program P2DK 2018 dibeli oleh Kades Nurjaman di Muara Bulian, sedangkan Bibit Kelapa Hibrida dibeli di Lampung.

“yang membeli, yang mengambil uangnya, serta yang memberikan bantuan kepada masyarakat adalah pak Kades” tutur Isral Ketum LSM PKPD menirukan bahasa Imam Masyhuri.

Menurut Isral, dalam keterangannya Bendes Petiduran Imam Masyhuri juga meragukan harga sapi yang dibelikan begitu mahal, sebab menurut sepengetahuan dirinya, ukuran dan umur sapi yang dibeli oleh Kades tersebut biasanya berkisar sekitar Rp 7 hingga 8 Juta perekornya.

Keterangan Bendes Imam Masyhuri tidak jauh berbeda dengan keterangan Ketua PTPKD Petiduran Kastro Handoko yang telah dimuat oleh Media ini pada (Edisi 9 Juni 2019) lalu yang menyebutkan bahwa yang melaksanakan kegiatan P2DK 2018, adalah Kades Nurjaman.

“Kalau untuk kegiatan P2DK 2018, silakan Konfirmasi langsung dengan pak Kades, sebab beliau yang menjadi pelaksana keguatan, kalau saya cuma sekedar Ketua saja, yang belanja, yang buat SPJ semua mereka bukan saya.” aku Kastro Handoko.

Untuk mendapat klarifikasi dari Kepala Desa Petiduran Nurjaman, awak media pun berkali-kali mendatangi kediaman sang Kades yang akan mengakhiri masa jabatan periode keduanya pada bulan Juli mendatang untuk melakukan konfirmasi, namun yang bersangkutan selalu tidak berada ditempat, terakhir awak media kembali mendatangi kediamannya pada Selasa (4/6/2019) lagi-lagi yang bersangkutan tidak berada ditempat, yang keluar dari dalam rumah adalah adik dan istrinya.

Menyikapi keterangan dari Bendes maupun Ketua PTPKD Petiduran, Ketua Umum LSM PKPD Isral meminta Pihak Inspektorat maupun Dinas PMD Kabupaten Sarolangun melakukan pemeriksaan terhadap Kades Petiduran beserta prangkat desa yang dinilai telah mengangkangi Juklak dan Juknis kegiatan P2DK yang menjadi salah satu program unggulan Bupati Cek Endra tersebut. (*Red)

Advertisements
Advertisements

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.