Jumat, Oktober 23Suara Rakyat News
Shadow

Rabuan Sosok Pejuang Kecil dari Desa Batu Empang

Page Visited: 81
0 0
Read Time:2 Minute, 9 Second

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Desa Batu Empang Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun, yang berada di gugusan Bukit Barisan merupakan wilayah paling ujung Provinsi Jambi yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan Sumsel, tak heran bila masyarakat desa ini memiliki ikatan emosional yang erat dengan warga Rawas dan Lebong.


Desa ini juga sering disebut kampung pejuang oleh masyarakat Jambi, sebab banyak melahirkan para tokoh Pejuang Nasional dari Provinsi Jambi, seperti Abdul Manap (Mantan Gubernur Jambi), Makalam, Haji Kamil, Kol.Abunjani yang berasal dari desa ini. Namun demikian, Desa ini masih jauh dari kata maju, sebab akses menuju Desa penghasil kopi ini, hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja dengan medan terjal serta perbukitan cadas.

Hal ini pula yang membuat sosok Rabuan yang besar diperantauan di pulau Jawa kembali ke desa kelahirannya yang masih tergolong desa tertinggal ini, dan mendedikasikan diri bersama masyarakat, bergeliat membangun Infrastruktur desa seperti jalan usaha tani, jalan lingkungan, jembantan, serta pembukaan lahan perkebunan dan pertanian bagi masyarakat melalui program DD dan P2DK yang dikucurkan oleh Pamerintah Pusat dan Daerah.

Sementara itu, untuk meningkatkan penghasilan masyarakat Batu Empang yang mayoritas petani tradisional, Rabuan mengembangkan budidaya kopi, yang memiliki nilai jual bagus dipasaran. Hal itu ia lakukan, sebab selama ini masyarakat desa Batu Empang yang terbagi dalam dua dusun yaitu dusun Tangkui dan Sekeladi, hanya bekerja sebagai petani padi sawah dan sadap karet yang penghasilannya pas-pasan.

Sejak terpilih menjadi Kepala Desa pada Tahun 2016 silam, Rabuan terus mengajak masyarakat membuka lahan perkebunan kopi, hingga saat ini luas Perkebunan kopi di desanya sudah mencapai 165 Hektar.

“Sejak terpilih menjadi Kepala Desa Tahun 2016 lalu, saya sudah memiliki Program pengembangan tanaman kopi, alhamdulilah niat itu disambut antusias oleh Masyarakat, saat ini lebih dari 50 Hektar perkebunan kopi sudah menghasilkan.” Terang Rabuan saat diwawancarai suararakyatnews. pada Sabtu (18/5/2019).

Lebih lanjut dikatakannya, “saya terus berupaya meningkatkan serana dan pesarana Perkebunan seperti akses Jalan usaha tani, Pembibitan, Penanaman, produksi dan yang lebih penting lagi adalah menjaga kualitas buah kopi. Sebab kopi ini adalah komiditas unggulan yang diburu Penikmat kopi, tidak semua wilayah di tanah air, bisa dikembangkan perkebunan kopi” Urai mantan Wartawan ini.

Diakhir perbincangan dirinya berharap adanya perhatian khusus dari Bupati Sarolangun Drs H.Cek Endra, untuk membangun jalan penghubung dari Desa Batin Pengambang menuju Desa Batu Empang, sehingga Transportasi lancar untuk membawa hasil perkebunan kepasaran ataupun sebaliknya, pembeli dari kota pun gampang menuju lokasi perkebunan kopi masyarakat.

Bukan tanpa alasan, bila potensi Perkebunan kopi diwilayah Batang asai ini terus dikembangkan, akan menempatkan nama Kabupaten Sarolangun sebagai salah satu penghasil kopi di Indonesia, serta dapat menyumbang pendapatan Daerah Sarolangun dari sektor Perkebunan. (Aang)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: