Wartawan Diusir Saat Liputan HUT Satpol PP di Merangin

MERANGIN-Suararakyatnewa.com,

Perlakuan tidak menyenangkan terhadap profesi wartawan di Kabupaten Merangin kembali terjadi, kali ini dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dimana saat wartawan hendak meliput acara HUT Satpol PP Ke 69 Tingkat Provinsi Jambi di Kabupaten Merangin Satpol PP menghalangi langkah wartawan yang bertugas meliputi, dalam kegiatan tersebut.

Pasalnya kegiatan yang dilaksanakan dilapangan Semayo Kecamatan Tabir Kamis (21/3/2019) itu, semua wartawan yang hendak meliput tidak boleh mengambil dokumentasi dari depan.

“Kalau ngambil gambar dari belakang untuk apa. Kita butuh gambar dari depan, kalau gambar dari punggung untuk apa,” kata Yanzen Wartawan dari TVRI Jambi.

Muzakir salahbsatu wartawan yang sedang meliput mengatakan, kami sudah ada ID Card khusus untuk peliputan pada acara HUT Satpol PP tingkat Prov Jambi ini.

“Kejadian ini menciderai Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 4 di dalam Ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Ayat ketiga bahwa negara menjamin kemerdekaan pers,” Ujarnya

Pasca pengusiran wartawan yang meliput acara HUT Satpol PP ke 69 tingkat Provinsi Jambi tersebut, sejumlah wartawan dengan rasa kecewa mengembalikan id card kepada Sekda Provinsi Jambi M Dianto.

Id card khusus peliputan yang telah disiapkan oleh panitia tersebut, diserahkan langsung kepada Sekda Prov Jambi yang didampingi oleh Bupati Merangin Al Haris, Kasat Pol PP Provinsi Jambi Edi Kusmiran, Kasat Pol PP Merangin dan Pejabat lainnya.

Sebelum diserahkan, id card tersebut dimasukkan kedalam box kue (snack). Kepada M Dianto, perwakilan wartawan menyebut jika ini adalah Hadiah Ulang Tahun untuk Satpol PP ke 69. “Ini pak hadiah Ulang Tahun dari wartawan Merangin,” sebut Muzakkir perwakilan wartawan.

Awalnya, Sekda dan Pejabat berterimakasih dan tersenyum melihat bertapa simpatinya wartawan kepada Satpol-PP, namun setelah dibuka dan diketahui jika itu id card, wajah Pejabat tersebut langsung berubah.

“Ini bentuk kekecewaan kami terhadap Satpol-PP pak. Kami diusir dan tidak boleh meliput acara ini,” celetuk Yanzen wartawan TVRI Jambi.

Mendengar itu, Sekda langsung memerintahkan Kasat Pol PP Provinsi Jambi untuk mengcroscek dan mengevaluasi panitia. “Kok bisa begitu. Pak Bupati tolong tindak lanjuti,” lanjut Sekda.

Sekda menyebut, mewakili Pemerintah Provinsi Jambi, Kabupaten Merangin drinya meminta maaf. “Mungkin ini miskomunikasi. Kami minta maaf,” imbuhnya. (PERI)

Advertisements
Advertisements

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.