space
space
TOKOH

Budi Warga SAD yang Kini Jadi Anggota TNI AD

93
×

Budi Warga SAD yang Kini Jadi Anggota TNI AD

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 997
0 0
Read Time:2 Minute, 40 Second

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Nama Prajurit Dua (Prada) Budi tidak asing lagi, ia lahir dan tumbuh ditengah lebatnya Hutan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) dari kelompok minoritas Suku Anak Dalam (SAD) tidak seorang pun akan menyangka bila Budi bisa menjadi Anggota TNI AD yang saat ini  berdinas di Batalyon Infanteri Raider 142/Ksatyia Jaya Jambi.

Budi mengisahkan kehidupannya sebagai Anak Rimba, lahir dari orang tuanya yang merupakan suku Anak Dalam, pasangan Babayang dan Babeda lahir pada 24 April 1998. Ia sedikit berbeda dari anak SAD lainnya, karena ia memilih bersekolah hingga menamatkan pendidikan dasar di SD 191 Pematang Kabau, kemudian meneruskan sekolah ke SMP Satu Atap 12 Sarolangun di Desa Bukit Suban, hingga lulus SMA Terbuka.

“Jujur saja saya bangga sudah bisa membuktikan jika warga suku terasing bisa menjadi prajurit, tapi lebih senang jika semua warga SAD ke depan bisa sejajar dengan warga lain pada umumnya,” ujarnya.
Budi mengatakan awalnya ia masih kikuk berbaur dengan rekan-rekannya satu angkatan atau Anggota TNI lainnya. “Sekarang sudah berangsur bisa menyesuaikan diri,” katanya.

Sebagai Orang Rimba, Budi mengatakan ia lebih senang berada di hutan belantara ketimbang tinggal di kota besar. “Dalam hutan sepi, tenang dan tidak ada yang mengganggu,” ujarnya.
Cita-cita menjadi tentara telah dipupuk Budi sejak masih kecil. Anak ke empat dari 9 bersaudara ini mengatakan kecintaannya pada tentara semakin besar ketika ada acara Tentara Manunggal Membangun Desa pada 2015.
“Namun yang lebih memotivasi saya adanya sosok seorang anggota Babinsa bertugas di kawasan desa kami, yakni bapak Serda Husni Thamrin,” ujarnya.

Menurut Budi, Husni Thamrin lah yang selalu mendampingi dan membina anak-anak SAD agar lebih giat dan berpikiran maju. “Dia membantu saya mulai mendaftar hingga diterima menjadi prajurit,” kata pria yang mempunyai nama adat SAD, Pencuri yang artinya kepercayaan

Sebagai Orang Rimba, Budi awalnya kesulitan untuk memenuhi syarat administratif untuk mendaftar jadi tentara. Budi tak memiliki akta kelahiran, kartu tanda pengenal, kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. Menurut Budi, semua persyaratan itu dibantu diurus oleh Serda Husni Thamrin hingga akhirnya Budi mendapat semua persyaratan itu atas bantuan Husni Thamrin yang mendaftarkan dirinya masuk ke sekolah tamtama TNI pada Agustus 2016.

Sementara itu, Husni Thamrin sendiri selain menjabat Babinsa ia juga menjabat Ketua BPD Desa Bukit Suban, diluar jam Dinasnya, pria asal Kabupaten Merangin Jambi ini juga sering  membatu istrinya yang juga guru di Sekolah Dasar khusus SAD.
“Ini bagian tugas saya membina dan menjaga keamanan warga, termasuk warga SAD wilayah tugas saya sebagai Babinsa, Kebetulan istri saya juga mengajar di Sekolah Dasar 191 satu atap Pematang Kabau, jadi saya juga bantu mengajar baca tulis di sana” ujar Anggota Kodim 0420/Sarko

Husni berharap, kedepan akan muncul Budi-Budi lain yang bisa berkiprah di semua bidang. “Saya lebih senang lagi jika semua warga SAD hidup sejahtera seperti warga pada umumnya,” Harap  Husni Thamrin.

Budi tidak sendiri, ada dua orang lagi warga Suku Anak Dalam jadi Anggota TNI AD  yaitu Yogi Subawan (SAD) yang berasal Desa Bungku kabupaten Batang hari, kemudian  Muhammad Firman Haryanto, Suku Anak Dalam (SAD) Bukit Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi. M. firman sendiri merupakan SAD pertama kali lulus masuk  TNI AD pada tahun 2015 silam.
Penulis : Aang

Editor.   : Agon

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

/* */