HUKUM & KRIMINALITAS

Polres Sarolangun Sergap Pembeli Emas Hasil Peti

73
×

Polres Sarolangun Sergap Pembeli Emas Hasil Peti

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 586
0 0
Read Time:2 Minute, 19 Second

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Minggu dini hari  (3/12)  sekira pukul 02.30 Wib, Tim gabungan Personel Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Sarolangun.


Telah berhasil  telah mengamankan  satu orang yang di duga melakukan tindak pidana membawa emas hasil Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI).

Pelaku diketahui indititasnya berinisial RK, (43 ) tahun berdomisili di Kota Bengkulu Provinsi  Bengkulu. Tempat Kejadian Pekara (TKP) di Jalan Lintas Sumatera KM.09 tepatnya di depan RSUD Chatib Quswaen Kabupaten Sarolangun, dari tangan pelaku Polisi menemukan 1 buah tas ransel warna abu-abu, 1 buah tas kecil warna hitam Merek Eiger dan 23 Lempengen butiran berwarna Kuning. Disinyalir kuat barang tersebut emas dengan sebanyak 947 gram (0,947 kg) bila dirupiahkan setara dengan  Rp. 500.000.000 juta.


Kemudian Uang sejumlah Rp. 175.000, 3 buah Handphone Merek Nokia, 1 buah Handphone merek samsung juga dua buah dompet.
Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, SIK, M.AP melalui Kompol Agus Saleh saat dikonfirmasi penangkapan pembawa emas hasil PETI, membenarkan hal tersebut. Kompol Agus Saleh bahkan juga menjelaskan kronologis penangkapan terhadap pelaku PETI. 

Yang mana pada hari Jum’at tanggal 01 Desember 2017, Personel Sat Intelkam Polres Sarolangun mendapat informasi dari Masyarakat bahwa dicurigai seorang yang membawa emas dari hasil PETI di wilayah Desa Rantau Gedang Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun, begitu mendapatkan informasi kemudian personel Sat Intelkam Polres Sarolangun langsung berkoordinasi dengan personel Tipidter Sat Reskrim untuk melaksanakan lidik. Informasi yang masuk ternyata  benar, bahwa ada seseorang yang dicurigai membawa emas dari hasil PETI menggunakan travel yang menuju kearah  Bengkulu.


“Selanjutnya personel Sat Intelkam dan Sat Reskrim Polres Sarolangun bergerak cepat  melakukan penyetopan terhadap mobil yang ditumpangi  diduga pelaku ” Kata Kompol Agus Saleh .

Diucapkannya kembali, begitu sampai di depan RSUD Chatib Quswaen Sarolangun Tim gabungan  menghentikan satu  unit mobil Daihatsu Luxio warna abu abu   Metalik . “Kemudian Petugas melakukan penggeledahan terhadap pelaku  RK” terangnya .

Kemudian  ditemukan kepingan lempengan barang yang mencurigakan berwarna kuning diduga emas dari hasil PETI yang dibungkus didalam sebuah plastik bening.

Seterusnya  pelaku dan barang bukti diamankan di Mako Polres Sarolangun guna penyidikan lebih lanjut.

Tidak berhenti disitu saja, kemudian Tim gabungan Sat Intel dan Sat Reskrim Polres Sarolangun melakukan penggeledahan di Desa Rantau Gedang Kecamatan Bathin VIII disana petugas kembali menemukam 1 set alat pembakar, 1 buah kayu alas pembakar, 1 buah timbangan digital, 2 buah mancis atau korek api, 1 buah Kalkulator, 1 buah kuas warna merah, 2  kantong cup plastik, 1 buah stoples plastik warna hijau berisi pijar, 2 buah penjepit, 1  buah kardus yang berisi mangkok terbuat dari tanah.
1 set cerobong pembakaran, 1 botol Aqua yang berisi bahan bakar minyak jenis bensin, 1 corong warna merah dan uang sebesar Rp. 2.224.000 (Rul)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Press Release Unit IV PPA,Kembali Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan,Tim FRN Batanghari Sangat Apresiasi BATANGHARI- Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press Release terkait Tindak Pidana setiap orang dilarang melakukan kekerasan, Ancaman kekerasan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain sebagaimana dalam Pasal 81 Ayat 3 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam Press Release disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Husni Abda,S.I.K.,M.H beserta Kanit IV PPA IPDA Sianturi yang digelar di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Batanghari, Selasa (16/07/2024). Dijelaskan Kasat Reskrim AKP Husni Abda dalam Press Release nya,” sosok tersangka berinisial MS (41) telah melakukan aksi bejatnya sejak dari Bunga (nama samaran) menginjak kelas enam (6) Sekolah Dasar (SD) di Tahun 2021. Sedangkan tempat kejadian berada dikamar Korban atau rumah tersangka MS tepatnya di Kelurahan Pasar Baru,” ungkap AKP Husni. AKP Husni juga memaparkan kronologis singkat kejadian dari keterangan laporan korban,β€œ tersangka MS melakukan aksi bejat terhadap anaknya ini dalam keadaan rumah lagi sepi bahkan sering juga dilakukannya pada siang hari. Korban Bunga juga menceritakan tersangka melakukan dengan cara membujuk serta memberikan iming-iming uang setiap akan melakukan persetubuhan, juga mengancam akan berhentikan sekolah dan kalau terjadi apa-apa jangan minta tolong ke ayah (tersangka) terang dalam pengakuan korban,” papar Husni. Selanjutnya,” perbuatan bejat pelaku tercium pihak kepolisian, setelah mendapatkan laporan dari korban Bunga (nama samaran) pada Rabu 10 Juli 2024 lalu dan pada hari selanjutnya Kamis 11 Juli 2024 sekitar pukul 15.00 WIB Unit IV PPA yang di-backup Unit Buser Sat Reskrim Polres Batanghari langsung mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian,” ungkap AKP Husni. β€œ setelah itu Personil berhasil menemukan tersangka dan lakukan upaya paksa untuk dibawa ke Mapolres Batanghari guna untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya. Menurut Opini penulis dari kejadian yang berkali-kali pada beberapa tahun belakangan ini angka kriminalitas kasus Tindak Pidana Persetubuhan dan Pencabulan sangat tinggi, maka bukan hanya peran Polri saja yang harus selalu aktif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, perlu juga peran penting dari Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak serta peran para Alim Ulama agar bisa langsung mengatasi tindak kekerasan terhadap anak serta agar bisa menjaga hak-hak perempuan, ini adalah sebuah tantangan besar untuk kita semua demi untuk melindungi hak mereka. Dedi Ketua Satgas FRN (Fast Respon Nusantara)Tim Counter Opinion Polri di Kab.Batanghari, Sangat Ber Apresiasi terhadap Sat Reskrim Polres Batanghari,yang telah Banyak Mengungkap Kasus di wilayah Kabupaten Batanghari, Semoga Sat Reskrim Polres Batanghari Semakin jaya, Polri Presisi,Bravo Polres Batanghari,(tim)

BATANGHARI, Suararakyatnews.com, Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press…

/* */