HUKUM & KRIMINALITAS

Polisi Berhasil Sergap Dua Pelaku Diduga Membawa Senpi Rakitan dan Sajam

472
×

Polisi Berhasil Sergap Dua Pelaku Diduga Membawa Senpi Rakitan dan Sajam

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 229
0 0
Read Time:1 Minute, 28 Second

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Kinerja Tim Macan Pseko Polres Sarolangun dan Polsek Sarolangun saat mengamankan dua orang pemuda membawa senpi dan senjata tajam patut diapresiasi .

Kedua pelaku disinyalir kuat akan melakukan aksi kejahatan di wilayah Sarolangun, pada hari Selasa (02/01/2024) Januari 2024 pukul 10.00 Wib di RT 26 Kelurahan Aur Gading Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun.

Menurut keterangan Kapolsek Sarolangun AKP Dwiyatno SH pada awak media, penangkapan terhadap kedua pelaku, berawal pihaknya mendapatkan informasi yang masuk kepihaknya. Ada dua orang pemuda membawa senjata api .

β€œPukul 09.00 Wib tadi kita mendapat info terdapat orang diduga kuat membawa senjata api rakitan. Pada saat itu berada disebuah rumah yang berada di Kelurahan Aur Gading Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun” terangnya

Selanjutnya Tim Macan Pseko Sat Resrim Polres Sarolangun bersama personil Polsek Sarolangun melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang laki-laki yang mengaku berinisial D dan R. saat itu D menguasai 1 (Satu) pucuk senjata rakitan jenis revolver dan 1 (Satu) buah amunisi sedangkan R menguasai 1 (Satu) bilah pisau” Ujar Kapolsek Sarolangun.

Masih kata Kapolsek Sarolangun, berdasarkan keterangan awal, keduanya R (21) tahun, warga Kecamatan Singkut dan D (19) tahun, warga Kecamatan Singkut.

Keduanya berencana akan melakukan aksi kejahatan tindak pidana pencurian di wilayah hukum Polsek Sarolangun.

β€œSetelah dilakukan interogasi singkat, dari keterangan kedua pelaku mengatakan bahwa senjata api rakitan tersebut didapatkan dari Desa Lesung Batu Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan, yang mana kedua pelaku berencana akan melakukan tindak pidana pencurian diwilayah hukum Polsek Sarolangun” sambungnya.

Dari keduanya polisi menyita barang bukti 1 (Satu) pucuk senjata api rakitan jenis revolver, 1 (Satu) butir amunisi, dan 1 (Satu) bilah pisau. Keduanya dijerat dengan Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 yang mengatur kepemilikan senjata api illegal dan senjata tajam (Chairul)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Press Release Unit IV PPA,Kembali Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan,Tim FRN Batanghari Sangat Apresiasi BATANGHARI- Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press Release terkait Tindak Pidana setiap orang dilarang melakukan kekerasan, Ancaman kekerasan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain sebagaimana dalam Pasal 81 Ayat 3 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam Press Release disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Husni Abda,S.I.K.,M.H beserta Kanit IV PPA IPDA Sianturi yang digelar di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Batanghari, Selasa (16/07/2024). Dijelaskan Kasat Reskrim AKP Husni Abda dalam Press Release nya,” sosok tersangka berinisial MS (41) telah melakukan aksi bejatnya sejak dari Bunga (nama samaran) menginjak kelas enam (6) Sekolah Dasar (SD) di Tahun 2021. Sedangkan tempat kejadian berada dikamar Korban atau rumah tersangka MS tepatnya di Kelurahan Pasar Baru,” ungkap AKP Husni. AKP Husni juga memaparkan kronologis singkat kejadian dari keterangan laporan korban,β€œ tersangka MS melakukan aksi bejat terhadap anaknya ini dalam keadaan rumah lagi sepi bahkan sering juga dilakukannya pada siang hari. Korban Bunga juga menceritakan tersangka melakukan dengan cara membujuk serta memberikan iming-iming uang setiap akan melakukan persetubuhan, juga mengancam akan berhentikan sekolah dan kalau terjadi apa-apa jangan minta tolong ke ayah (tersangka) terang dalam pengakuan korban,” papar Husni. Selanjutnya,” perbuatan bejat pelaku tercium pihak kepolisian, setelah mendapatkan laporan dari korban Bunga (nama samaran) pada Rabu 10 Juli 2024 lalu dan pada hari selanjutnya Kamis 11 Juli 2024 sekitar pukul 15.00 WIB Unit IV PPA yang di-backup Unit Buser Sat Reskrim Polres Batanghari langsung mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian,” ungkap AKP Husni. β€œ setelah itu Personil berhasil menemukan tersangka dan lakukan upaya paksa untuk dibawa ke Mapolres Batanghari guna untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya. Menurut Opini penulis dari kejadian yang berkali-kali pada beberapa tahun belakangan ini angka kriminalitas kasus Tindak Pidana Persetubuhan dan Pencabulan sangat tinggi, maka bukan hanya peran Polri saja yang harus selalu aktif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, perlu juga peran penting dari Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak serta peran para Alim Ulama agar bisa langsung mengatasi tindak kekerasan terhadap anak serta agar bisa menjaga hak-hak perempuan, ini adalah sebuah tantangan besar untuk kita semua demi untuk melindungi hak mereka. Dedi Ketua Satgas FRN (Fast Respon Nusantara)Tim Counter Opinion Polri di Kab.Batanghari, Sangat Ber Apresiasi terhadap Sat Reskrim Polres Batanghari,yang telah Banyak Mengungkap Kasus di wilayah Kabupaten Batanghari, Semoga Sat Reskrim Polres Batanghari Semakin jaya, Polri Presisi,Bravo Polres Batanghari,(tim)

BATANGHARI, Suararakyatnews.com, Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press…

/* */