Rabu, November 23Suara Rakyat News
Shadow

Proyek Normalisasi Bukit Tigo dipertanyakan

Page Visited: 22
0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Pekerjaan normalisasi Sungai Benteng yang kini tengah berlangsung di Dusun 1 Kayu rimbun Desa Bukit Tigo Kecamatan Singkut menjadi sorotan, pasalnya dilokasi kegiatan tidak ditemukan plang atau papan informasi terkait proyek yang saat ini sedang berlangsung.

Hal tersebut tentunya mengundang tanda tanya dikalangan Masyarakat yang melintas, karena dilokasi kegiatan tidak dipasang plang Informasi kegiatan.

Damri, anggota LSM Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LSM LPPNRI) yang berdomisili tidak jauh dari lokasi kegiatan saat dibincangi awak media mengaku heran terhadap pihak pelaksana yang diduga sengaja tidak memasang plang proyek dilokasi kegiatan.

“Dari awal saya tidak melihat adanya papan informasi atau plang proyek dilokasi yang menjadi informasi terkait kegiatan yang sekarang sedang berlangsung, aturannya wajib sesuai dengan prinsip transparansi anggaran” Terang Damri

Lebih lanjut dikatakannya bahwa aturan sudah jelas tertera dalam UU No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, publik yang dimaksud adalah masyarakat biar tahu nama proyeknya apa, nilai pagunya berapa, sumber dana dari mana, masa kerjanya sampai kapan, konsultan pengawas siapa, jadi masyarakat tidak bertanya-tanya, tujuannya agar masyarakat mudah melakukan pengawasan terhadap proyek yang sedang dikerjakan yang tujuannya sebagai bentuk peran serta masyarakat dalam pengawasan uang negara.

“Bagi pihak rekanan yang sengaja tidak memasangkan papan plang proyek, meskipun satuan harganya paling kecil,  apabila tidak dilaksanakan menjadi pelanggaran besar karena bertentangan dengan Keppres serta UU KIP.” tegasnya.

Ditambahkannya “Seharusnya pihak dinas terkait menegur pihak rekanan nakal dan memberi sanksi sesuai aturan yang ada” tandasnya pada Jumat (28/10/2022).

Sementara itu, Apis warga Rt 15 Dusun 1 Kayu Rimbun, saat dibincangi mengatakan bahwa pekerjaan normalisasi disamping rumahnya sepanjang Kurang lebih 150 meter ditinggalkan oleh pihak pelaksana karena pemilik lahan melarang melanjutkan kegiatan.

“DAS samping rumah saya tidak jadi dikerjakan bang, pemilik lahan melarang mengeruk tanah karena ada batang sawit yang terkena proyek, sekarang alat berat pihak pelaksana kerja dimudik. Hari selasa (25/10/2022) lalu ada rombongan dari Dinas PU Provinsi Jambi, Kalau tidak salah Kepala Dinas PU turun langsung mengecek lokasi yang tidak boleh dikerjakan, memang sepanjang DAS ini banyak kebun warga seperti Sawit, Karet, Durian, kalau Kontraktornya dari Jambi bang” ujarnya. (Tim)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: