Senin, September 26Suara Rakyat News
Shadow

Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Dipantau Intensif Usai Status Naik Jadi Waspada

Page Visited: 67
0 0
Read Time:2 Minute, 2 Second

Liputan6.com, Jakarta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mengungkap visual Gunung Anak Krakatau belum teramati usai statusnya dinaikkan. Minggu 24 April 2022 malam, status gunung tersebut naik dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Bagian Barat PVMBG Badan Geologi KESDM, Nia Haerani, mengatakan kondisi Gunung Anak Krakatau hingga pukul 10.00 WIB tertutup kabut. Sementara, kegempaannya menurun.

“Tetapi dari segi kegempaan saya lihat sudah menurun. Maksudnya gempa-gempa tremornya dia amplitudonya sudah menurun, namun demikian nah ini kita tetap pantau terus karena kan fluktuatif ya kadang naik, kadang turun. Makanya kita memantau 24 jam, ya mudah – mudahan turun terus. Tetapi kan kita belum bisa memprediksi ke arah itu, kita lihat nanti sejak statusnya Siaga laporannya dibuat per enam jam,” ujar Nia kepada Liputan6.com, Bandung, Senin, 25 April 2022.

Dia mengatakan, laporan akan dilakukan per enam jam, usai penaikan status Gunung Anak Krakatau yaitu periode pukul 06.00-12.00 WIB.

Nia menuturkan sejak awal 2022, Gunung Anak Krakatau sudah mengalami tiga kali letusan atau erupsi.

“Pada Januari-Februari, kemudian Maret dan April. Yang di April ini secara visual ada perubahan material yang dikeluarkan. Kalau yang Januari hingga Maret itu hanya mengeluarkan material abu,” kata Nia.

Tetapi pada letusan April 2022, Gunung Anak Krakatau dibarengi dengan keluarnya aliran lava selain abu vulkanik dan lontaran batuan pijar.

Namun kondisi ini, sebut Nia, merupakan karakter khas Gunung Anak Krakatau. Itu terjadi sejak 1927.

“Jadi bukan sesuatu hal yang luar biasa. Kalau kita perhatikan sejak tahun 1927 memang kondisinya seperti ini. Erupsi abu diselingi lontaran batuan pijar atau disebutnya letusan type strombolian dan aliran lava,” ucap Nia.

Letusan Gunung Anak Krakatau kemarin, jelas Nia, sudah dipastikan type strombolian disertai aliran lava.

Sementara, batuan pijar yang diletuskan oleh Gunung Anak Krakatau, lontarannya masih di radius 2 kilometer sekitaran kawah.

“Tapi untuk antisipasi jika suatu saat atau lontaran batunya semakin luas, kita nilai bahwa dinaikkan statusnya menjadi Level III atau Siaga,” tegas Nia.

Sedangkan untuk abu vulkanik, Nia mengimbau kepada seluruh kelompok masyarakat agar mengantisipasi meluas sebarannya.

Sebaran abu vulkanik itu ditentukan oleh arah dan kecepatan angin. Sehingga berpotensi sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau meluas.

“Karena kan ukuran abu vulkanik sangat halus dan arah sebarannya tergantung arah dan kecepatan angin. Kalau kemarin arahnya ke arah tenggara Cilegon ya sampai ke sana. Mungkin bisa lebih jauh lagi,” tukas Nia.

Kunjungi Sumber Berita: Liputan6

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: