Selasa, Juli 27Suara Rakyat News
Shadow

Warga Danau Embat, Melahirkan Dimobil tanpa Pendamping Medis

Page Visited: 43
0 0
Read Time:1 Minute, 58 Second

BATANGHARI-Suararakyatnews.com,

Fauziah (32) ibu muda asal desa Danau Embat Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi harus melahirkan anak ketiganya dimobil saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, pada Selasa (22/06/2021) sekira pukul 04:30 WIB.

Hasan J yang merupakan Abang pasien, menuturkan bahwa seyogyanya Fauziah akan melahirkan di Bidan desa setempat, namun karena sesuatu hal kemudian pasien direkomendasikan untuk ke Puskesmas Terusan yang notabene memiliki tenaga medis Perawat dan Dokter.

“Kami diarahkan ke Puskesmas Terusan bang, tapi menurut pengamatan kami di Puskesmas tidak mendapatkan penanganan yang maksimal karena disitu cuma diinfus oleh 2 orang perawat sedangkan Dokter jaganya tidak ada, makanya kami minta rujukan untuk ke rumah sakit umum saja, mengingat kondisi adik saya mau melahirkan yang memerlukan tindakan maksimal,” tutur Hasan.

Ditambahkan “Alasan perawat susah untuk minta rujukan ke RSU HAMBA karena harus daftar online, saat ditanya Dokter jaganya juga siperawat menyebutkan tidak ada ditempat, kalau begitu kami minta mobil ambulan untuk mengantar pasien ke RSU HAMBA, kembali dijawab perawat bahwa sopirnya tidak ada ditempat” tambah Hasan.

Merasa pelayanan yang dianggap kurang maksimal akhirnya pihak keluarga membawa pasien ke RSU HAMBA Batanghari dengan menggunakan Mobil pinjaman milik Kepala desa Danau embat sekira pukul 04:00 wib yang dikemudikan Holidi ditemani abang pasien Hasan dan pasien akan tetapi sekitar 15 menit menjelang RSU HAMBA Fauziah keburu melahirkan bayi laki-laki tanpa pendampingan perawat dari Puskesmas Terusan, sesampainya di RSU HAMBA barulah pasien mendapatkan penangan secara medis.

Saat dikonfirmasi media ini Kepala Puskesmas Terusan Dr. Irma sedang tidak ada ditempat. “Maaf pak, saya sedang pelatihan di Jambi, coba nanti saya tanya dulu keperawat yang bertugas saat itu”, sebut Dr.Irma melalui sambungan telpon selulernya.

Ditempat terpisah Kabag TU Puskesmas Terusan Wahono saat ditemui diruang kerjanya mengakui kesalahan prosedur karena dalam memberikan rujukan mestinya didampingi perawat atau paramedis. “Memang itu suatu kesalahan pak karena dalam keadaan emergency surat rujukan bisa saja menyusul, yang terpenting adalah pendampingan untuk keselamatan pasien”, terang Wahono.

Hal senada disampaikan Dr.Ardi yang baru 6 bulan bertugas dipuskesmas tersebut dibagian Polik umum. “Kami mengakui kesalahan tersebut pak karena rujukan pasien seharusnya didampingi paramedis, apalagi ini menyangkut keselamatan nyawa seseorang”, sebutnya.
Ketika disinggung siapa yang berkewajiban menegur dan memberikan sanksi atas keteledoran ini Dr.Ardi menjawab, “Mengenai siapa yang akan menegur dan memberi sanksi atas kesalahan ini, tentunya ini kewenangan bu Kepala Puskesmas pak”, tutupnya. (Azhar)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

%d blogger menyukai ini: