Rabu, Oktober 21Suara Rakyat News
Shadow

Lima Terdakwa Pencoblos Surat Suara Pileg Divonis Percobaan

Page Visited: 29
0 0
Read Time:2 Minute, 10 Second

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com

Sidang perkara tindak pidana Pemilu kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sarolangun, Selasa (25/6/2019). Menariknya sidang tadi sing mengagendakan pembacaan putusan terhadap lima terdakwa yang tersandung perkara tindak pidana Pemilu 17 April 2019 yang lalu.


Sidang pembacaan putusan kemarin dipimpin Hakim Ketua Nunung Kristiyani,SH,MH dan didampingi Muhammad Affan,SH dan Irse Yanda Perima,SH,MH. Sidang pembacaan putusan dihadiri lima terdakwa, masing-masing Saiful Azhari, Damanhuri dan Nasrun (Perkara nomor 80 Pidsus), serta terdakwa Yasir Arafat dan Imam Munandar (Perkara nomor 81 Pidsus), juga hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Sarolangun.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim memberikan vonis yang sama kepada lima terdakwa. Kelima terdakwa divonis penjara dua bulan, namun hakim memerintahkan para terdakwa tidak menjalani hukuman (Tidak ditahan), kecuali selama 5 bulan masa percobaan, jikalau ke lima terdakwa terlibat tindak pidana maka langsung ditahan.

Majelis hakim menilai kelima terdakwa terbukti secara meyakinkan melakukan perbuatan tindak pidana pemilu melakukan pencoblosan lebih dari satu kali sebagaimana yang diatur pasal 516 Undang-Undang Pemilu nomor 7 tahun 2017.

Selain itu kelima terdakwa juga didendan masing-masing sebesar Rp 500 ribu, jika tidak dibayar diganti dengan hukuman penjara 1 bulan. Vonis yang diterima kelima terdakwa lebih ringan daripada tuntutan JPU, sebelumnya JPU memberikan tuntutan yang berbeda. Untuk terdakwa Saiful Azhari, Damanhuri dan Nasrun dituntut oleh JPU dengan hukuman 4 bulan penjara dan didenda masing-masing 3 juta rupiah dengan subsider satu bulan penjara, sementara Yasir Arafat dan Imam Munandar dituntut JPU dengan hukuman 6 bulan kurungan penjara dan didenda masing-masing 5 juta subsider satu bulan kurangan.

Adapun yang menjadi pertimbangan hakim yang meringankan vonis terdakwa adalah, para terdakwa menyesali perbuatannya, selama persidangan berlaku sopan dan masih memilki tanggungan keluarga, sementara hal yang memberatkan para terdakwa, perbuatan tidak mencerminkan prinsip Pemilu langsung, umum, bebas, rahasia dan jujur serta adil.

Usai membacakan putusan, Ketua Majelis Hakim Nunung Kristiyani, menanyakan kepada terdakwa apakah mengerti dan menerima terhadap vonis yang diberikan, kemudian seluruh terdakwa menjawab mengerti dan menerima vonis yang dijatuhkan majalis hakim. Sementara JPU masih pikir-pikir dengan putusan dari majelis hakim.

Sementara itu Mudrika,SH,MH, anggota Gakkumdu usai sidang dalam bincangnya dengan ramah menyebutkan. Bahwasannya Gakkumdu akan melakukan pembahasan tahap 4 atas putusan majelis hakim.

“Kita seluruh unsur Gakkumdu akan melakukan pembahasan untuk menentukan sikap selanjutnya, dalam waktu tiga hari pasca putusan, apakah akan menerima atau banding,” tandasnya.

Seperti diketahui, kapasitas lima terdakwa saat Pemilu 17 April 2019 di TPS IV Desa Teluk Kecimbung, diantaranya Saiful Azhari sebagai saksi Caleg PAN, Damanhuri saksi PDI Perjuangan, Nasrun simpatisan, Yasir Arafat sebagai saksi Caleg Golkar dan Imam munandar sebagai Linmas (Rul)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: