Stock-Pile Batu Bara di Pauh Resahkan Warga Sekitar

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Keberadaan Stockpile Batu Bara yang berada depan Rumah Makan Indra yang berada di Rt 11 Kelurahan Pauh, Kecamatan Pauh dinilai meresahkan warga sekitar, Pasalnya sejak berberapa hari terakhir, tanpa melakukan sosialisasi dengan warga sekitar, tanah kosong yang berada ditepi jalan Sarolangun-Jambi, dijadikan Stock-pile Batu bara milik PT. Mandiangin Bara Prima (MBP), yang diduga belum mengantongi izin dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sarolangun.

Keresahan warga sekitar Stock-pile bukan tanpa sebab, selain keberadaan tumpukan batu bara itu dekat dengan Pemukiman warga, jarak dari bibir sungai Tembesi pun, hanya puluhan meter saja, padahal di bagian hilir Stock-pile terdapat PDAM yang sumber airnya diambil dari sungai Tembesi.

Sahroni (53) salah satu Tokoh Masyarakat RT 11 Kelurahan Pauh, saat dibincangin dikediamannya yang berhadapan dengan Stock-pile milik PT MBP, mengaku resah dan khawatir atas dampak dari adanya penumpukkan batu bara yang berdekatan dengan pemukiman warga, apalagi diseberang jalan yang berhadapan dengan Stockpile terdapat Rumah Makan, Warung Makanan, dan rumah tinggal Masyarakat.

“Sayo sangat resah dan khawatir terhadap kualitas kesehatan serta lingkungan akibat dampak Stockpile batu bara ini, coba abang tinggok dewek, lokasinyo dak jauh dari bibir sungai tembesi, ketiko hujan, limbahnyo langsung ngalir ke sungai, sementaro dihilirnyo ado PDAM dimano sumber airnyo diambil dari sungai.” ujar Sahroni, pada Minggu (28/4/2019).

Hal senada juga disampaikan oleh Indra (44) Pemilik Rumah Makan diseberang Stock-pile, ia sendiri telah menyampaikan langsung keluhan kepada manager PT. MBP yang melakukan aktivitas penambangan di KM 9 Desa Danau Serdang, terkait kegiatan penumpukkan batu bara didepan Rumah makan miliknya.

“Sayo sudah pernah menyampaikan keluhan langsung kepado pihak manager tambang, kareno mereka idak melakukan Sosialisasi dengan warga atau lingkungan sekitar, semestinyo sosialisasikan dulu, apokah masyarakat terganggu apo idak, saat itu jawabannyo akan berkoordinasi dulu dengan Polsek Pauh dan Danramil Pauh, Sayo dak tahu apo maksudnyo, ngapo nak minta aparat nian nemuin sayo, hinggo hari ini idak ado lagi ceritonyo.” Ungkap Indra.

Lebih lanjut Indra mengatakan, “kami minta Dinas Lingkungan Hidup, sebelum menerbitkan izin Stock-pile, terlebih dahulu mengkroscek lokasinyo, datangi warga terlebih dahulu. Jangan sampai usaha tambang berjalan, usaha Rakyat tutup.” cetusnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan maupun Instansi terkait. (Aang)

Advertisements
Advertisements

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.