BPC Gapensi Sosialisasikan SPSE Versi 4.3 dan Persamaan Sikap

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Menindaklanjuti SE Bupati Sarolangun No. 027/SE/BPBJ/2019 terlaik Proses Pengadaan Barang dan Jasa, para pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Sarolangun menggelar rapat anggota Gapensi pada Selasa (2/4/2019) diKantor Gapensi Sarolangun.

Rapat yang dihadiri oleh para pengusaha yang bergerak di bidang kontruksi tersebut juga mensosialisasikan pengaturan versi 3.4, Perpres No.16 Tahun 2018, SE LKPP-RI No.29 Tahun 2018, dan LKPP-RI No. 2 Tahun 2019, terkait tata cara pelelangan dan sistim aplikasi Online perusahaan.

Ketua BPC Gapensi Sarolangun, Mahmud mengatakan persoalan regulasi yang mengatur tentang Pelelangan belum turun, tapi pemerintah melalui Departemen PU mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 10 tahun 2018 diganti dengan SE No. 14 tahun 2019, sebagai pengganti Permen PU No. 31, SE LPJK No. 1147 dan SE Bupati Sarolangun No. O27/14/BPBJ/2019 yanggatur tentang proses pelelangan terkait versi 3.4 pihak kontraktor yang tergabung di Gapensi diharapkan mendaftarkan perusahaan ke Diskominfo sehingga dapat diakses secara Online.

“Surat Edaran (SE) No 10 tahun 2018 diganti dengan SE No 14 tahun 2019, ini isinya sama. Perubahannya pada pengaturan segmentasi pemaketan proyek misalnya, kalau dulu itu perusahaan kecil mengambil dari 0 sampai Rp 2,5 miliar, sekarang dari 0 sampai Rp 10 miliar,” jelasnya.

Selain itu, ditambahkan oleh Sekretaris BPC Hardinun. selain adanya, peningkatan angka pekerjaan, perusahaan juga diharapkan mendaftarkan perusahaan secara online melalui Diskominfo, sehingga bisa mengakses informasi pelelangan.

Rapat yang dihadiri oleh sebagian anggota Gapensi Sarolangun itu juga mendesak Pemkab Sarolangun membuka peluang dan memberikan pekerjaan kepada pihak rekanan yang betul-betul memiliki perusahaan sehingga pemilik perusahaan tidak “Ngangur”.

“Kita minta Pemkab dalam hal ini Bupati lebih memperhatikan nasib para kontraktor yang memiliki perusahaan, sebab selama ini kita bayar pajak terus, tapi pekerjaan tidak ada.” ujar Masondi. (Aang)

Advertisements
Advertisements

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.