SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Program Desa Makmur Peduli api (DMPA) oleh PT. Sinar Mas Agribusiness And Food yang telah berjalan sejak tahun 2016 kini memasuki babak baru dalam penguatan program bagi masyarakat binaan, setelah berhasil menekan titik Panas (hotspot) dan titik api (firespot) kini tahap kedua program DMPA yang berfokus pada program pemberdayaan masyarakat secara partisipatif untuk mencapai ketahanan pangan dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan meningkatkan pola bertani.
Tahap awal, acara ini di laksanakan di lapangan Kantor Camat Air Hitam, senin (11/03/2019), dihadiri langsung Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri, CEO PT. Sinar Mas Susanto Yap, Camat Air Hitam Imron, Kapolsek air Hitam Iptu Charles,SH, Koramil Pauh, Maneger PT. BKS Jonet Junaidi dan maneger PT.PKM Edison, Azijul selaku Korlap DMPA, serta para Korlap masing-masing desa yang di dampingi oleh Kepala Desa masing-masing dari sembilan desa binaan PT. Sinar Mas.
CEO. PT. Sinar Mas Wilayah Jambi susanto yap saat di wawancari media usai acara ini menjelaskan bahwa

Program Sekolah lapangan PET akan dilaksanakan di dua desa di Kecamatan Air hitam, yaitu Desa Pematang Kabau dan Desa Jernih. Sekolah lapangan ini di awali dengan pelaksanaan pembuatan demo plot dengan mengintegrasikan budi daya padi sawah dan ternak.
Masyarakat dapat belajar dan praktek langsung pola bertani yang lestari, yang kemudian diharapkan dapat mereplikasikan di lahan masing-masing dengan bimbingan teknis dari ahli pertanian yang disiapkan oleh perusahaan.
Lebih lanjut program serupa telah berhasil dilaksanakan di kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang di fasilitasi oleh Perusahaan.
Sampai dengan Desember 2018, setiap keluarga angota kelompok sekolah lapangan PET mampu mendapatkan penghasilan 1-1.3 juta rupiah setiap bulan. Diharapkan hasil yang sama bisa di dapatkan oleh warga Masyarakat Jambi
Selain peluncuran kegiatan sekolah PET, 9 desa binaan PT. Sinar Mas Angribusiness and food di Kecamatan Air Hitam dan Kecamatan Pauh mendapatkan masing masing 100 juta rupiah Karena telah berhasil mencegah serta memadamkan kebakaran dengan baik, pada tahun 2015 sebelum program DMPA dijalankan, terdapat 529 hotspot dan 296 firespot yang terdeteksi di sekitar desa binaan Perusahaan dan ditahun 2018 terdapat 5 hotspot serta 2 firespot, terjadi penurunan hotspot and firespot secara signifikan dengan rata-rata 99,9% per tahun
“Dengan senang hati kami sampaikan bahwa pelalui program DMPA yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016 sampai saat ini (2019), Masarakat di Kecamatan. Air Hitam dan Kecamatan Pauh telah memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi serta menangani kebakaran hutan dan lahan. Tentu, ini metupakan sebuah prestasi warga masyarakat sembilan desa yang patut kita apreasiasi,” jelas susanto yap, selaku CEO sinar mas agribusiness and food wilayah JAMBI.
Apersiasi perusahaan senilai 100 juta rupiah per desa akan di berikan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan fasilitas umum, sarana dan prasarana pemadam kebakaran tim masyarakat siaga api (MSA) maupun program lembaga MSA.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan program dampingan DMPA yang sudah berjalan selama 3 tahun diharapkan dapat membekali masyarakat desa dengan pengetahuan, keterampilan, kemandirian serta kesiapsiagaan dalam menjaga dan mencegah wilaya desa dari bahaya kebakaran hutan dan lahan. Susanto juga menambahkan, memasuki tahap kedua fokus program DMPA bukan hanya pada pencegaan dan pemadaman api, namun juga mengubah pola tani dengan cara baru yang lebih sehat dan produktif serta ramah lingkungan melalui PET. Namun, program ini hanya dapat berhasil bila semua pihak terkait mau ambil bagian sesuai perannya masing-masing. Kami sangat mengharapkan agar warga desa mau belajar dan menerapkan nya pada kebun masing-masing”.
Saat ini, program DMPA sinar mas agribusiness and food telah berjalan di 32 Desa di Sumatera dan Kalimantan tutup CEO Pt. Sinar Mas Wilayah Jambi ini (Sobri Hamdani)












