HUKUM & KRIMINALITAS

Polres Muba Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Sopir Travel Asal Jambi

78
×

Polres Muba Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Sopir Travel Asal Jambi

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 563
0 0
Read Time:2 Minute, 14 Second

MUBA-Suararakyatnews.com, 

Kasus Pembunuhan terhadap Sopir travel asal Jambi bernama Bariman (50) warga Jalan Lingkar Barat Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Provinsi Jambi yang jenazahnya ditemukan mengapung di lokasi Sungai Setangkai jalan 108 Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin (Sumsel) pada Senin (15/10/2018) sekira pukul 16:15 WIB berhasil diungkap oleh pihak Kepolisian Resort Musi Banyuasin.


Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM didampingi Kasat Reskrim AKP Deli Haris, mengatakan, pasca-peristiwa yang terjadi pada Sabtu (13/10/2018) pihak Kepolisian dari Satres Polres Muba langsung melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.

Dari hasil penyelidikan, diketahui keberadaan pelaku bernama Hasani warga Belitang, Kabupaten OKU Timur berada diwilayah Kecamatan Betara Kabupaten Tanjabar Jambi. Kemudian unit reskrim Polres Muba berkoordinasi dan di backup Polsek Batara serta Tim DF jatanras Polda Jambi pada hari Minggu, (28-10-2018) sekira pukul 04:30 WIB berhasil meyiduk Hasani Bin Suhami di kontrakannya diDesa Pematang Lumut, Provinsi Jambi.

“Pada saat diamankan Hasani tidak melakukan perlawanan, dari keterangan Hasani kita berhasil mengantongi satu pelaku lagi bernama Joko bin Tio yang merupakan warga Provinsi Lampung, tewas karena melakukan perlawanan dengan menyerang petugas menggunakan senpi rakitan pada saat akan diamankan di sebuah kafe remang-remang di Desa Pematang Lumut, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.” kata Kapolres Muba Andes Purwati, saat konferensi pers pada Selasa (30/10/2018).


Selain berhasil megamankan barang bukti (BB) berupa 1 buah Hp,  1 utas tali tambang, 1 pucuk senpi rakitan, 1 buah selongsong peluru, 1 buah tv plat 21 inch, 1 buah sandal, Pihak Polres Muba juga mengamankan seorang perempuan bernama Yuni Eka Putri (30) warga Parit 1 Kelurahan Tungkal Harapan Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Jabung Barat Jambi yang melakukan penadahan handphone milik korban. sedangkan penadah mobil milik korban dengan berinisial SF yang hingga kini masih DPO.

Untuk kendaraan korban, sambung Kapolres, telah diketahui keberadannya yakni di Belitang OKU Timur, sedangkan pelaku penadah masih dalam pengejaran. 


“Pelaku Hasani kita kenakan pasal 365 subsider 338 dengan ancaman hukuman seumur hidup, sedangkan penadah dijerat pasal 480 KUHPidana dengan ancaman kurungan 4 tahun penjara,”sebut Kapolres

Sementara, pelaku Hasani mengatakan, dirinya baru pertama kali merampok dan diajak oleh pelaku Joko. Pada awalnya, kata dia, di dalam mobil korban, selain kedua pelaku terdapat dua penumpang lainnya. “Penumpangnya ada empat, dua turun di jalan yakni di Angso Duo. Setelah itu kita minta antar ke Bayung sesuai kesepakatan. dijalan, kita jerat pakai tali, pertama Joko lalu saya yang menjerat,” aku Hasani.

Saat merampok, sambung Hasani, dirinya duduk tepat di belakang korban, setelah korban meninggal dunia dibuang ke sungai. “Kami langsung ke Belitang, mobil dijual dengan harga Rp 20 juta, saya kebagian Rp 6 juta. Selanjutnya kami kembali ke Jambi,” ucap Hasani. (Gunawan)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Press Release Unit IV PPA,Kembali Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan,Tim FRN Batanghari Sangat Apresiasi BATANGHARI- Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press Release terkait Tindak Pidana setiap orang dilarang melakukan kekerasan, Ancaman kekerasan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain sebagaimana dalam Pasal 81 Ayat 3 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam Press Release disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Husni Abda,S.I.K.,M.H beserta Kanit IV PPA IPDA Sianturi yang digelar di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Batanghari, Selasa (16/07/2024). Dijelaskan Kasat Reskrim AKP Husni Abda dalam Press Release nya,” sosok tersangka berinisial MS (41) telah melakukan aksi bejatnya sejak dari Bunga (nama samaran) menginjak kelas enam (6) Sekolah Dasar (SD) di Tahun 2021. Sedangkan tempat kejadian berada dikamar Korban atau rumah tersangka MS tepatnya di Kelurahan Pasar Baru,” ungkap AKP Husni. AKP Husni juga memaparkan kronologis singkat kejadian dari keterangan laporan korban,“ tersangka MS melakukan aksi bejat terhadap anaknya ini dalam keadaan rumah lagi sepi bahkan sering juga dilakukannya pada siang hari. Korban Bunga juga menceritakan tersangka melakukan dengan cara membujuk serta memberikan iming-iming uang setiap akan melakukan persetubuhan, juga mengancam akan berhentikan sekolah dan kalau terjadi apa-apa jangan minta tolong ke ayah (tersangka) terang dalam pengakuan korban,” papar Husni. Selanjutnya,” perbuatan bejat pelaku tercium pihak kepolisian, setelah mendapatkan laporan dari korban Bunga (nama samaran) pada Rabu 10 Juli 2024 lalu dan pada hari selanjutnya Kamis 11 Juli 2024 sekitar pukul 15.00 WIB Unit IV PPA yang di-backup Unit Buser Sat Reskrim Polres Batanghari langsung mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian,” ungkap AKP Husni. “ setelah itu Personil berhasil menemukan tersangka dan lakukan upaya paksa untuk dibawa ke Mapolres Batanghari guna untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya. Menurut Opini penulis dari kejadian yang berkali-kali pada beberapa tahun belakangan ini angka kriminalitas kasus Tindak Pidana Persetubuhan dan Pencabulan sangat tinggi, maka bukan hanya peran Polri saja yang harus selalu aktif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, perlu juga peran penting dari Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak serta peran para Alim Ulama agar bisa langsung mengatasi tindak kekerasan terhadap anak serta agar bisa menjaga hak-hak perempuan, ini adalah sebuah tantangan besar untuk kita semua demi untuk melindungi hak mereka. Dedi Ketua Satgas FRN (Fast Respon Nusantara)Tim Counter Opinion Polri di Kab.Batanghari, Sangat Ber Apresiasi terhadap Sat Reskrim Polres Batanghari,yang telah Banyak Mengungkap Kasus di wilayah Kabupaten Batanghari, Semoga Sat Reskrim Polres Batanghari Semakin jaya, Polri Presisi,Bravo Polres Batanghari,(tim)

BATANGHARI, Suararakyatnews.com, Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press…

/* */