Senin, Oktober 2Suara Rakyat News
Shadow

Bukit Suban Heboh!!! izin Sakit Perut Siswi MTS Malah Melahirkan

Page Visited: 841
0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

SAROLANGUN-Suararakyatnews

Setelah 1 minggu yang lalu kejadian janda membuang bayi di sumur tua dari hasil hubungan gelapnya, kali ini warga Bukit Suban kembali dihebohkan dengan kelahiran bayi laki-laki, dari hubungan gelap siswi sekolah di Bukit Suban.

Menurut penuturan warga Desa Bukit Suban saat diwawancarai, yang namanya enggan disebutkan menjelaskan kejadian pada hari Kamis /23/03/2017 tuturĀ nara sumber, siswa ini masih duduk di bangku sekolah MTS Swasta, kejadian berawal sang siswi berinisial SR Pamit kepada guru izin pulang dengan alasan sakit perut, setelah pulang siswi ini tiba-tiba melahirkan bayi laki-laki di rumah embah (paman) nya, Dengan berat bayi 2,5kg lahir dengan selamat,

Saat ingin diklarifikasi ke sekolah. Sekolah sudah tutup karna jam pelaran sudah habis, Kami berhasil mewawan carai Kades Desa Bukit Suban Mujito, Kades membenarkan ada warganya yang masih duduk dibangku sekolah melahirkan seorang bayi dengan inisial SR (14 tahun) sementara cowoknya berusia 24 tahun, menurut penuturan Kades, yang mendapat info dari kadus setempat, bayi ini laki-laki dengan berat 2,5kg bayinya selamat dan sehat, lanjut kades siswi ini melahirkan sendiri, setelah lahir ibu Kadus baru mengetahui warganya melahirkan, lanjut Kades cowoknya saat ini sudah kita amankan dan sudah sepakat dihukum dendo kambing (cuci kampung) dan selemak-semanis, telah disekapakati dinikahkan duduk adat bujang gadisĀ  tapi nungu masa idahnya habis. Kades juga menjelaskan untuk cowoknya warga Desa Semurung, perjanjian juga disaksikan Kades Pematang Kabau Hendrik Sumasto SH.

Hasil pantawan kami anak kadus ini bidan, dan menurut Kades yang pertama kali tau adalah ibu Kadus karena rumahnya tak jauh dari rumah Siswi yang melahirkan barulah ibu Kadus minta bantu bidan dan dukun kampung, kami (wartawan) sempat mendatangi rumah KadusĀ  rt 01 tapi kadusnya tidak ada dirumah katanya ke Lubuk Kepayang sedang panen sawit.

Saat salah satu warga yang juga guru salah satu sekolah di Bukit Suban menuturkan, masak hal ini Cuma di hukum nikah ungkap seorang guru yang tidak mau namanya di cantumkan, kedepan tidak ada efek jera bagi pelajar, saya selaku guru kalau hukumannya cuma itu, kedepan anak tidak akan takut melakukan hal ini paling sangsinya denda dan nikah, sangat disayangkan adat mana yang di pakai apalagi anak itu dibawah umur 14 tahun sementara lelakinya warga semurung 24 tahun. Sebaik nya PPA mengetahui hal ini jangan hanya didiamkan, meski kita tau ini aib. Pungkas guru ini (Sobri Hamdani)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

/* */
%d blogger menyukai ini: