SAROLANGUN, Suararakyatnews.com,
Dunia kontraktor di Kabupaten Sarolangun tengah ramai memperbincangkan tayangan Jambi TV yang menyiarkan momen kunjungan Kasatgas Korsupgah KPK, Uding Juharudin, ke lokasi proyek strategis di RSUD Chatib Quzwain Sarolangun, pada 30 Oktober 2025 lalu.
Dalam tayangan yang kini viral di kalangan kontraktor lokal tersebut, Uding terlihat menanyakan langsung kepada Staf UKPBJ Sarolangun, Eko Suranto, terkait proses penunjukan salah satu proyek.
“Ini kan proyek penunjukan langsung. Kenapa tidak memilih kontraktor dari Sarolangun? Berapa peserta yang ikut?” tanya Uding di hadapan sejumlah pejabat daerah.
Menjawab pertanyaan itu, Eko mengatakan bahwa hanya satu peserta yang mengikuti proses tersebut.
“Kontraktor lokal tidak memenuhi syarat kualifikasi,” ujarnya singkat di hadapan tim KPK.
Pernyataan itulah yang kemudian memantik reaksi keras dari para pelaku jasa konstruksi di daerah.
TA Ketua Asosiasi Gapeksindo Kabupaten Sarolangun menyatakan kekecewaan dan keberatan keras terhadap pernyataan staf UKPBJ tersebut.
Melalui sambungan telepon, ia menegaskan bahwa pernyataan itu tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Banyak kontraktor lokal yang memenuhi kualifikasi dan punya pengalaman memadai. Tapi bagaimana bisa ikut, kalau ruangnya saja tidak diberikan?” tegasnya.
Ia juga menilai, sikap seperti itu justru melemahkan posisi kontraktor lokal yang selama ini berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah.
“Kalau terus seperti ini, kontraktor lokal akan semakin terpinggirkan. Padahal pembangunan seharusnya juga memberdayakan pelaku usaha di daerah sendiri,” tambahnya.
Eko Suranto saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon WhatsApp pribadi nya, tidak menjawab panggilan.
Kini, potongan tayangan dari Jambi TV tersebut terus beredar di berbagai grup WhatsApp dan media sosial para kontraktor di Sarolangun. Reaksi publik pun kian menguat, menuntut transparansi dan keberpihakan pemerintah daerah terhadap pelaku usaha lokal. (PR)












