Rabu, November 23Suara Rakyat News
Shadow

Proyek Normalisasi Bukit Tigo Tuai Polemik

Page Visited: 20
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Pekerjaan Normalisasi Sungai Benteng yang kini tengah dikerjakan di Desa Bukit Tigo Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun menjadi sorotan pasalnya pihak pelaksana diduga sengaja tidak memasang papan informasi proyek, sehingga masyarakat tidak  mengetahui informasi tentang kegiatan tersebut.

“Kami tidak tahu bang siapa kontraktornya? pagu anggarannya berapa? sumber dana dari mana? kontraknya berapa lama? konsultan pengawas siapa? Panjang lokasi berapa ribu meter? yang kami tahu itu proyek dari Dinas PUPR Provinsi Jambi” Ujar warga

Pantauan dilapangan, ada dua titik lokasi dihilir jembatan lintas Sumatera dengan panjang ratusan meter dikerjakan sebelah dan satu titik lagi tepatnya di Rt 15 Dusun 1 Kayu Rimbun tidak dikerjakan sama sekali

“Disamping rumah saya tidak jadi dikerjakan bang, pemilik lahan melarang pihak pelaksana mengeruk tanah karena ada batang sawit, karet dan durian, sekarang alat berat pihak kontraktor kerja dimudik” Ujar Apis warga setempat.

Warga pun kembali mempertanyakan, kegiatan yang sedang berlangsung, apakah pembangunan tanggul atau normalisasi sungai, sebab tidak ada penggerukan dasar sungai, melainkan lebih pada pembuatan tanggul dan merapikan tebing sungai dimana material galian tanah diambil dari sisi kiri-kanan DAS yang menyebabkan tanaman jati dan kelapa sawit milik warga terkena imbas.

Damri, anggota LSM Lembaga pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LSM LPPNRI) yang berdomisili tidak jauh dari lokasi kegiata saat dibincangi awak media pada Jumat (4/11/2022) juga heran terhadap pelaksanaan normalisasi yang diketahui.

“Setahu saya yang namanya Normalisasi sungai adalah mengeruk dasar sungai dengan kedalaman tertentu menggunakan excavator long, tujuanya agar aliran sungai menjadi lancar, kemudian material galian dirapikan pada sisi kanan-kiri DAS untuk menguatkan tebing, tapi yang kita lihat dilapangan adalah Pembangunan tanggul dan merapikan tebing sungai wajarlah tanaman warga seperti kayu jati, kelapa sawit terkena imbas sebab yang dikeruk bukannya dasar sungai tapi tanah tebing, didasar sungai sendiri masih terlihat sampah dan potongan kayu yang terbenam.” ujarnya sembari mengatakan akan membuat surat klarifikasi.

Dari penelusuran dilaman LPSE Provinsi Jambi, proyek normalisasi Desa Bukit Tigo Kecamatan Singkut tersebut dibawah satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi dengan pagu Anggaran Rp 1 Milyar yang bersumber dari APBD Tahun 2022 dimana Pemenang tender adalah CV Embhara  Anargya Makmur beralamat di kota Jambi. (Aang)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: