Sabtu, Januari 28Suara Rakyat News
Shadow

DPRD Sarolangun Gelar Rapat Paripurna HUT Kabupaten Sarolangun Ke 23

Page Visited: 35
0 0
Read Time:5 Minute, 50 Second

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com,

Bertempat di Ruang sidang Paripurna Gedung DPRD Sarolangun dikomplek Perkantoran Gunung Kembang pada selasa (25/10/2022) digelar rapat paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sarolangun ke-23 tahun

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari, SE, didampingi Wakil Ketua I DPRD Sarolangun Aang Purnama, SE, Wakil Ketua II DPRD Sarolangun Syahrial Gunawan, serta para anggota DPRD Sarolangun.

Selain dihadiri oleh seluruh anggota DPRD Sarolangun, paripurna juga dihadiri Gubernur Jambi Dr H Alharis, S.Sos, MH beserta istri Hj Hesnidar Haris, SE, Anggota DPRD Provinsi Jambi H Hafis Hasbiallah, SE, Kabinda Jambi Brigjend Pol Drs. Irawan David Syah, SH, MH, Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal, S.Pt, MM beserta istri Ny Harvedrida Henrizal, Bupati Batanghari M Fadhil Arief, SE serta tamu undangan dari Kabupaten Tetangga.

Selain itu hadir juga tiga orang Mantan Bupati Sarolangun  H Muhammad Madel, Drs H Cek Endra, H Mariyadi Syarif, serta mantan Wakil Bupati Sarolangun H Hillalatil Badri serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari  mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Jambi beserta seluruh tamu undangan dalam rangka menghadiri peringatan ulang tahun Kabupaten Sarolangun yang menginjak usia 23 tahun yang seyogyanya dilaksanakan pada 12 Oktober 2022, namun baru dapat dilaksanakan pada selasa (25/10/2022)

“Kita jadikan momentum ulang tahun hari ini sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT dan rasa cinta kita kepada tanah air kita. Makna ulang tahun kabupaten sarolangun, sudah selama 23 tahun usia kabupaten sarolangun tentunya sebagai momentum untuk mengintropeksi diri dan mengevaluasi program pembangunan daerah,” katanya.

Tontawi Jauhari yang akrab disapa Bang Iton ini dalam sambutannya juga menyampaikan tugas dan fungsi DPRD Sarolangun dalam waktu satu tahun telah mensahkan 6 peraturan daerah (Perda) dari Priode 01 Oktober 2021 hingga 01 Oktober 2022.

“Bidang pengawasan, DPRD telah membahas LKPJ Bupati Sarolangun tahun 2021. Telah membahas ranperda pertanggung tahun anggaran 2021, DPRD Sarolangun telah membahasi rekomendasi hasil temuan BPK RI. Kemajuan pembangunan Kabupaten Sarolangun tidak terlepas dari peran semua pihak dalam segala aspek pembangunan. Kabupaten sarolangun merupakan pemekaran dari Kabupaten Sarolangun-Bangko berdasarkan penetapan kementrian dalam negeri,” katanya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal, S.Pt, MM mengatakan bahwa pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini telah bisa menghasilkan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Untuk mengukur keberhasilan dalam upaya pembangunan kualitas hidup manusia dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dimana pada tahun 2021 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sarolangun mengalami perbaikan menjadi 70,25 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 69,96 atau mengalami kenaikan sebesar 0,29 Point.

Dia pun Mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama DPRD Sarolangun, unsur forkompinda Sarolangun, ASN dan lapisan masyarakat Sarolangun.

“Tema HUT kabupaten Sarolangun bersatu Sarolangun kuat, bertekad lebih kuat. Memiliki makna dalam upaya untuk bersatu dan bertekad meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sarolangun,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Penjabat Bupati Sarolangun juga memaparkan sejumlah  pelaksanaan pembangunan yang telah dicapai Kabupaten Sarolangun, diantaranya pada bidang infrastruktur jalan, sampai dengan tahun 2021 Kabupaten Sarolangun memiliki panjang jalan kabupaten sepanjang 1.167,82 km dengan jalan kondisi baik sepanjang   858,2 km atau 73,49 persen.

“Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan baik negeri maupun swasta, sampai dengan tahun 2021, jumlah Sekolah Dasar di Kabupaten Sarolangun sebanyak 243 sekolah, jumlah Sekolah Menengah Pertama sebanyak 74 sekolah. Sedangkan Jumlah Sekolah Menengah Atas sebanyak 22 sekolah dan Jumlah Sekolah Menengah Kejuruan sebanyak 23 sekolah,” katanya.

Pada pembangunan infrastruktur kesehatan sampai dengan tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah memiliki Fasilitas Puskesmas rawat inap sebanyak 16 unit, Puskesmas Pembantu (Pustu) sebanyak 51 unit, poskesdes sebanyak 111 unit dan Posyandu sebanyak 352 unit.

Capaian indikator Kesehatan dapat saya laporkan sebagai berikut : Umur Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Sarolangun pada Tahun 2021 sebesar 69,17 Tahun, angka ini lebih baik bila dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 69,09 Tahun.

“Angka Kematian Bayi (AKB) Kabupaten Sarolangun pada tahun 2021 sebesar 14 per 1.000 kelahiran hidup, angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun sebelumnya sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup. Kemudian untuk Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2021 sebesar 1 per 100.000 kelahiran hidup, angka ini lebih rendah jika dibandingkan Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun sebelumnya sebesar 4 per 100.000 kelahiran hidup,” katanya.

Berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Prevalensi Stunting Kabupaten Sarolangun pada Tahun 2021 sebesar 21,4 %. Kabupaten Sarolangun menargetkan menurunkan angka prevalensi stunting tersebut menjadi 15 % pada tahun 2022.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah melaksanakan 7 (tujuh) dari 8 (delapan) aksi kovergensi stunting, sebagai berikut : Melaksanakan Analisis Situasi, Menyusun Rencana Kegiatan, Melaksanakan Rembuk Stunting, Menyusun Perbup tentang Peran Desa, Melaksanakan Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM), Melaksanakan Sistem Manajemen Data Stunting, Melaksanakan Pengukuran dan Publikasi Stunting, Melalu Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sarolangun yang sudah di bentuk beserta perangkat daerah dan stakeholder terkait kami akan berupaya secara maksimal untuk melaksanakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sarolangun.

“Dari sisi indikator perekonomian, Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sarolangun mengalami peningkatan dimana pada tahun 2021 sebesar 6,61 persen, angka ini meningkat dibandingkan dari tahun sebelumnya sebesar – (minus) 0,26 persen atau naik sebesar 6,35 point,” katanya.

Kemudian untuk angka kemiskinan di Kabupaten Sarolangun, Alhamdulillah dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren penurunan yang cukup baik. Dimana pada tahun 2021 angka kemiskinan Kabupaten Sarolangun sebesar 8,87 persen.

Pada tahun 2022 Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah melaksanakan kegiatan sebagai berikut:
Dalam rangka percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir, Pemerintah Kabupaten Sarolangun secara aktif senantiasa melakukan vaksinasi kepada masyarakat melalui fasilitas pelayanan kesehatan yang ada dengan berkolaborasi dan bersinergi bersama TNI dan Polri serta seluruh stakeholder terkait.

Penanganan dan pencegahan Stunting melalui pelaksanaan 8 (Delapan) aksi konvergensi. Penanganan Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak besar. Melaksanakan penanganan longsor, banjir dan penanganan bencana kebakaran dengan memberikan bantuan terhadap masyarakat terdampak, Melaksanakan Penanganan dampak inflasi, Melaksanakan Instruksi Gubernur Jambi Nomor 2689 Tahun 2022 tentang Gerakan Bersama Pembelian Beras Lokal / Bulog oleh ASN se Provinsi Jambi dan Gerakan ini dilaksanakan selama 3 (Tiga) bulan berturut-turut.

“Menyelenggarakan agenda pemilihan Kepala Desa serentak di 57 Desa di Kabupaten Sarolangun dan pelaksanaan Pilkades tersebut berjalan dengan lancar, aman dan kondusif. Melaksanakan Jumat keliling dan menghimbau kepada seluruh Kepala Desa untuk memanfaatkan potensi yang ada di Desa,” katanya.

Dari seluruh rangkaian program dan kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah banyak meraih penghargaan, diantaranya sebagai berikut :

1. Juara II Tingkat Nasional Kategori Dataran Tinggi Terpopuler, Wisata Bukit Tempurung Desa Lubuk Bangkar Kecamatan Batang Asai pada Ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Tahun 2021.
2. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 6 kali berturut-turut sampai Tahun 2022. Penghargaan Kota Layak anak (KLA), Kategori Pratama Tahun 2022.

3. Juara III kategori Inovasi Daerah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi dalam ajang Jambi Innovation Week (JIW) tahun 2022.
4. Penghargaan BKN award tahun 2022 sebanyak dua kategori terbaik, yakni pemanfaatan data dan sistem informasi dan CAT serta bkn award Implementasi Manajemen ASN

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jambi yang telah mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah di Kabupaten Sarolangun melalui program dana provinsi dan program Dumisake,” ucapanya. (Aang)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: