Minggu, Januari 16Suara Rakyat News
Shadow

Soal Proyek Di Sikka, Kontraktor Lokal Gigit Jari Dimasa Pandemi

Page Visited: 139
0 0
Read Time:2 Minute, 29 Second

MAUMERE-Suararakyatnews.com,

Pelabuhan Loren-Say Kabupaten Sikka

Terkait infrastruktur pembanguna (proyek) yang diluncurkan di setiap SKPD untuk tahun anggaran 2021 menjadi kesempatan emas bagi kontraktor dari luar Kabupaten Sikka apalagi ditengah maraknya kondisi covid 19.

Deretan proyek dengan nilai miliar rupiah hampir sebahagian besar dimenangkan oleh kontraktor dari luar yang tersebar di semua SKDP. Sementara, kontraktor lokal harus isap jempol sejauh mata memandang.

Kondisi jauh panggang dari api, seolah-olah kualitas kontraktor dibawa standar. Berdasarkan hasil pengamatan media, Minggu, 25 Juni 2021 dihalaman LPSE Kabupaten Sikka, proyek yang bernilai satu miliar ke atas dengan mekanisam yang sudah ditenderkan dalam bulan terakhir ini rata-rata selalu dimenangkan oleh kontraktor dari luar Kabupaten Sikka. Hal ini seperti pembangunan gedung Labkesda senilai Rp 5,6 M di Dinas Kesehatan dimenangkan kontraktor dari Kota Kupang, pengadaan alat kesehatan Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Sikka ICPMS senilai Rp 2,8 M dimenangkan kontraktor dari Jawa Timur dan rehabilitasi kelengkapan dermaga (fasilitas perairan) pelabuhan penyeberangan Pemana senilai Rp 1,4 M di Dinas Perhubungan dimenangkan kontraktor dari Malang.

Kemudian, pengadaan alat kesehatan lingkungan sumber dana DAK fisik senilai Rp 2,4 M di Dinas Kesehatan dimenangkan kontraktor dari Badung, bangunan gedung kantor permanen lanjutan pembangunan Kantor Bupati Sikka senilai Rp 4,2 M di Dinas PUPR dimenangkan kontraktor dari Kota Surabaya dan lain sebagainya. Hal ini juga terlihat di sejumlah proyek yang nilai ratusan juta juga dimenangkan oleh kontraktor luar, sehingga membuat kontraktor lokal menopang dagu.

Papo Belang, selaku “Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia” (Gapensi) Kabupaten Sikka, memberikan penilan bahwa Pemkab Sikka tidak mendukung sumber daya kontraktor lokal. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data ada sejumlah proyek yang gagal dikerjakan tahun lalu itu dikerjakan oleh kontraktor dari luar hingga ada yang harus dijebloskan ke penjara.

“Banyak proyek yang dikerjakan oleh kontraktor luar di Sikka banyak yang gagal. Sudah dari awal tahun kita sudah ingatkan kepada Pemkab Sikka jangan memaksakan diri untuk memberikan ruang kepada kontraktor luar kerjakan proyek di Sikka. Tetapi Pemkab Sikka tetap memberikan ruang, kita sebagai Gapensi mau bilang bagaimana,” jelasnya.

Ia juga berpendapat, sebenarnya kontraktor lokal di Kabupaten Sikka sangat mampu mengerjakan sejumlah proyek yang telah ditenderkan itu. Apalagi Presiden Jokowi sudah memberikan ruang proyek yang bernilai besar bisa dikerjakan oleh kontraktor kelas kecil. Tetapi selalu saja kepentingan pribadi lebih unggul.

“Sejak tahun lalu saya sudah ingatkan bahwa jangan memberikan ruang kepada kontraktor luar. Tetapi saja pemerintah berkilah dengan alasan bahwa proses tender terbuka dan siapa saja bisa mengikuti,” tegasnya.

Dia menyatakan apabila kontraktor dari luar kerja di Sikka dan proyeknya sudah selesai maka untung atau rugi mereka kembali ke daerahnya. Akibatnya uang tidak beredar lagi di Kabupaten Sikka.

“Kalau ada kondisi-kondisi tertentu seperti ada pemeriksaan atau temuan maka untuk mencari kontraktor dari luar ini sangat susah sekali” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharapa agar pemerintah Sikka lebih mengutamakan kontraktor Nian Sikka sebagai wujud pemberdayaan ditengan pandemi. Bukan soal, kerja untuk kepentingan, melainkan secara jelas semua kontraktor juga pernah berkorban dan berkontribusi sangat besar bagi Kabupaten Sikka. (Chois Bhaga)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: