space
PENDIDIKAN

Kualitas Pengetahuan Pelajar Menurun Saat Belajar Lewat Daring

319
×

Kualitas Pengetahuan Pelajar Menurun Saat Belajar Lewat Daring

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 596
0 0
Read Time:2 Minute, 21 Second

MAUMERE-Suararakyatnews.com,

Selama masa pandemi semua orang tidak bisa melakukan apa pun, terkhusus mengadakan pertemuan atau perkumpulan dalam kelompok. Kondisi ini dapat kita temukan dilembaga-lembaga yang bersifat urgen. Lembaga pendidikan misalnya, semua siswa dirumahkan dengan memberikan solusi alternatif yaitu menggunakan pembelajaran jarak jauh.

Namun, metode ini tidak optimal. Banyak siswa mengalami kesulitan untuk menyerap ilmu pengetahuan yang mereka peroleh dengan baik ditambah kondisi jaringan sinyal yang kurang memadai.

Hampir setahun ini, semua lembaga pendidikan tidak bisa menerapkan metode tatap muka seperti tahun-tahun sebelumnya. Keadaan inilah berdampak pada kualitas pendidikan. Semua mereka selalu diguyon dengan kelulusan berpredikat ijazah covid 19.

Seorang guru pengampu mata pelajaran Matematika, Yulius Oktavianus Nua kepada Suararakyatnews.com, berpendapat bahwa pendidikan di masa pandemi ini sangat memprihatinkan.

“Kalo kita lihat lebih teliti, keadaan pendidikan di masa pandemi ini sangat bedah sekali dengan sebelum covid 19. Sebab kegiatan KBM tatap muka di sekolah tidak dapat di jalankan dengan baik. Ini sangat berdampak terhadap perkembangan akademik peserta didik akan menurun secara drastis.


Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa jalan yang terbaik oleh pihak yang bertanggungjawab seperti pihak pemerintahan dengan belajar daring belum maksimal.

“Metode pembelajaran secara daring yang di terapkan oleh sekolah-sekolah tertentu di kabupaten SIKKA sudah sedikit baik. Tapi itu masih berpengaruh terhadap terhadap kualitas pendidikan, sebab banyak sekali kelemahan yang ada dari sistem ini. Misalnya masalah jaringan, waktu pertemuan yang terbatas, kurang keseriusan anak dalam proses belajar daring, dan masalah lainnya” Sabtu, (29/08/21) lanjutnya.

Memang benar bahwa dengan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ), mendapatkan nilai positif. Tetapi tidak menutup kemungkinan muncul nilai minesnya.

Sala satu orang tua murid, Marsel Cawa warga keluarahan Hewuli kepada media Suararakyatnews.com, juga berpendapat terkait persoalan penerapan pembelajaran jarak jauh ditengah covid 19 ini.

“Ya, saya lihat itu anak-anak kami ini rasanya biasa-biasa saja. Mereka tidak bisa baca dan peraktek. Kami juga uang kurang. Beli terus pulsa untuk mereka. Tambah lagi jaringan sinyal ini hilang muncul, pokoknya aneh-anehnya banyak”, Sabtu, (29/08/21) tandasnya.

Hal yang sama berdasarkan hasil pantauan media, bahwa pembelajaran jarak jauh memang ada nilai minus-malumnya. Dengan adanya penerapan pembelajaran jarak jauh membuat siswa mampu mengetahui teknologi dan dapat mengaplikasikannya dalam dunia pendidikan sejauh mereka bisa terkontrol. Hal, ini dilakukan agar mereka terhindar dari penyebaran virus covid 19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Sikka, MAYELLA DA CUNHA,S.Sos, kepada Suararakyatnews.com, berpendapat lain. Ia menjelaskan bahwa pendidikan jarak jauh cukup memprihatinkan. Berdasarkan hasil evaluasi yang berpedoman pada Indikator Nilai Assessment Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) ternyata benar, bahwa ada penurunan yang luar biasa. Dimana nilai akhir atau rata-rata tidak memuaskan.

“Ia betul dan benar terbukti ada data Assessment yang dilakukan memang ada penurunan kualitas pendidikan. Kalo kita lihat dari nilai ASPD itu ada 30% mengalami penurunan. Ini adalah data penurunan kualitas pendidikan yang mesti dibenahi kembali”. Harapnya. (Chois Bhaga)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

/* */