MAUMERE-Suararakyatnews.com,

Kasus HIV/AIDS di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat. Jumlah kasus HIV/AIDS hingga Mei 2021 mencapai 933 kasus. Sementara dilihat dari resiko terinfeksi diketahui, sebanyak 818 kasus tertular melalui hubungan heteroseksual (hubungan seks laki dengan perempuan) sedangkan 50 kasus terjadi karena hubungan homoseksual (sesama jenis), sedangkan 45 kasus melalui perinatal. Demikian, data yang diperoleh Suararakyatnews.com dari Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sikka, Rabu (18/8/2021).
Sekretaris KPA Sikka, Yohanes Siga mengatakan, kasus HIV/AIDS sudah ditemukan pada semua kelompok umur, di mana kasus tertinggi ada pada kelompok usia produktif yakni umur 25 hingga 49. Total kasus pada rentang usia ini mencapai 689 orang. Sementara dari sisi profesi, kasus tertinggi terdapat pada ibu rumah tangga (IRT) yakni sebanyak 234 kasus, disusul wiraswasta 151 kasus, petani 147 kasus, sopir 56 kasus, buruh 47 kasus, karyawan 40 kasus, PSK 36 kasus, tidak bekerja 29 kasus dan lain-lain 28 kasus.
Sementara PNS/TNI/Polri tercatat sebanyak 24 kasus, balita 24 kasus, ojek 23 kasus, tidak diketahui 21 kasus, mahasiswa 21 kasus, pelajar 10 kasus, nelayan 9 kasus, waria 7 kasus, Satpam 7 kasus, ABK 6 kasus, perawat 2 kasus, Napi 1 kasus, koki 1 kasus dan beberapa profesi lainnya.
“Dari data yang ada menunjukkan bahwa semua profesi di Kabupaten Sikka sudah tertular HIV dan AIDS,” ungkap dia.
Sementara itu, jika dilihat dari peta per kecamatan, kasus tertinggi terdapat di Kecamatan Alok sejumlah 147 kasus, diikuti Kecamatan Alok Timur 126 kasus, Kecamatan Nita dan Alok Barat masing-masing 82 kasus, Kewapante 55 kasus, Kangae 52 kasus, Waigete 47 kasus, Magepanda 40 kasus, Talibura 39 kasus, Nelle 34 kasus, Bola 33 kasus, Hewokloang 32 kasus, Mego 30 kasus, Lela 24 kasus, Paga 23 kasus, Doreng 18 kasus, Koting 16 kasus, Palue 15 kasus, Mapitara 9 kasus, Waiblama 8 kasus, dan Tanawawo 6 kasus.
Dia meminta semua elemen masyarakat, khususnya keluarga agar mampu melindungi anggota keluarganya demi mencegah dan mengatasi HIV/AIDS. Salah satu solusi yakni melalui upaya pencegahan termasuk melakukan tes HIV/AIDS dan mengonsumsi minuman ARV.
“Jika belum pernah melakukan perilaku berisiko, pertahankan perilaku aman dengan cara tidak melakukan hubungan seks berisiko atau menyuntik narkoba. Jika sudah pernah melakukan perilaku berisiko maka Lakukan tes HIV segera,” ujarnya. (Chois Bhaga)












