Jumat, Oktober 30Suara Rakyat News
Shadow

Senjata Rakitan Milik Warga SAD Makan Tuan.

Page Visited: 61
0 0
Read Time:1 Minute, 9 Second

MERANGIN- Suararakyatnews.com,

Senjata Api rakitan atau  biasa disebut Kecepek yang sering di bawa oleh warga Suku Anak Dalam (SAD) kembali memakan korban.

Kali ini korbannya adalah pemiliknya sendiri yaitu Mandiri (30) warga Suku Anak Dalam (SAD), tewas seketika setelah senjata yang disandangnya untuk berburu meletus dan menyasar ke kepalanya hingga tewas.

Dari informasi yang didapat, berawal saat korban yang tak lain Mandri (30) mengendarai sepeda motor sambil menyandang senjata api rakitan jenis ‘kecepet’, tiba tiba terdengar suara letusan yang membuat warga setempat berhamburan mendekati sumber suara letusan tersebut, lalu didapati seorang warga SAD tersungkur di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) jalur tiga Desa Sungai Ulak pada Jumat (26/06/2020).

“Iyo om, awalnya warga mendengar suaro letusan senjata api, lalu warga menuju kesumber letusan dan melihat orang tergeletak
dan mengeluarkan darah dari kepalanya dan motornya jatuh,” ungkap Idris warga setempat

Kapolres Merangin AKBP M Lutfi S.IK Membenarkan atas kejadian tersebut, dan mengatakan korban adalah Suku Anak Dalam (SAD).

“iya, Korban meninggal setelah senpi yang dibawanya meletus DS an mengenai dagu hingga menembus kepala,” terang Kapolres.

Ditambahkannya, Saat ini korban sudah di Rumah Sakit Umum kolonel Abundjani Bangko untuk di visum dan menunggu konfirmasi dari pihak keluarga korban.

“Korban sudah dibawa kerumah sakit, selanjutnya kami akan menghubungi pihak Dinas Sosial Kabupaten Merangin,” Pungkasnya. 

Korban ini merupakan kelompok temenggung sitampung yang berdomisili di Desa Sungai Ulak Kecamatan Nalo Tantan Kabupaten Merangin.  (PERI).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: