Rabu, April 21Suara Rakyat News
Shadow

Izin Dari BTNKS Belum Juga Keluar, Pembangunan Jalan di Serampas Bakal Gagal

Page Visited: 138
0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

MERANGIN-Suararakyatnews.com,

Pembangunan jalan yang akan di kerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Merangin di Serampas khususnya Desa Lubuk Mentilin, Tanjung Kasri, Rantau Kermas dan Renah Kemumu bakal gagal.

Karena surat permohonan/rekomendasi dari Bupati Merangin ke Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BTNKS) sejak 24 Februari 2020 hingga sampai saat ini tak kunjung ada kejelasan.

Padahal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah mengalokasikan Dana mega proyek pembangunan ruas jalan tersebut dari simpang Danau Pauh-Rantau Kermas, melalui PT SMI.

Pada surat itu Pemkab Merangin meminta surat arahan rekomendasi dari BTNKS untuk dilaksanakannya peningkatan ruas jalan tersebut. Ruas jalan tersebut sudah berpuluh-puluh tahun dimanfaatkan masyarakat sebagai transfortasi utama antar desa yang melewati TNKS.

Namun demikian, jika rekomendasi yang dikeluarkan oleh pihak terkait tidak berpihak ke masyarakat. Maka dipastikan niat besar Pemerintah Kabupaten Merangin untuk melaksanakan kegiatan pembangunan akan batal. Artinya masyarakat dipastikan tak akan menikmati pembangunan ruas jalan yang bagus.

Kepala Desa Renah Kemumu, Aswis Marmo yang sehari harinya juga melintasi jalan tersebut mengatakan keberadaan jalan tersebut sudah ada jauh sebelum keberadaan TNKS.

Dia menegaskan jangan sampai mega proyek ini gagal karena tidak adanya rekomendasi dari BTNKS.

“Jangan sampai BTNKS menjegal proyek peningkatan jalan ini, jalan ini sudah ada jauh sebelum adanya TNKS,” sebutnya.

Hal senada juga dikatakan Yazen, tokoh muda Serampas bahwa selama ini warga Serampas umumnya tidak ada masalah dengan TNKS dan ikut menjaga keberadaan dan kelestarian TNKS.

“Kalau pembangunan jalan kita dijegal, untuk kedepannya kita tidak jamin lagi keberadaan TNKS di wilayah Serampas. Selama ini untuk menjaga TNKS kami juga diperkuat dengan aturan adat dari desa. Jadi kami harap pihak balai TNKS tidak jegal pembangunan proyek di wilayah Serampas,” tegas Yazen.

Diketahui, mega proyek tersebut akan dilakukan penandatanganan kontrak pada 19 April 2020. Sementara  sampai saat ini tidak ada jawaban yang jelas baik dari Dinas Balai BTNKS.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Merangin, Aspan. Disebutkannya, ada enam paket kegiatan yang akan dilaksanakan melalui pinjaman PT SMI.

“Jika ini tidak ada, kemungkinan besar kegiatan ini tidak bisa dilaksanakan. Kalau ini terjadi jelas masyarakat yang akan dirugikan,” singkat Aspan. (PERI).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: