Sabtu, Oktober 24Suara Rakyat News
Shadow

Masyarakat Adat Desa Remban Akan Menghadap Presiden Jokowi

Page Visited: 68
0 0
Read Time:1 Minute, 12 Second

MURATARA-Suararakyatnews.com,

Berlarutnya sengketa tanah ulayat Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu yang digarap oleh PT Agro Muara Rupit yang bergerak dibidang perkebunan Kelapa Sawit, membuat Masyarakat Adat Desa Remban menggelar Musyawarah Akbar yang berlangsung dibalai Desa Remban pada hari Sabtu (9/11/2019)


Pertemuan yang berlangsung hingga sore hari itu, dihadiri oleh puluhan Masyarakat adat yang berasal dari Kecamatan Rawas Ulu, Muara Rupit, dan juga Ulu Rawas sebagai bentuk dukungan moril mereka terhadap Masyarakat adat Desa Remban dalam memperjuangkan tanah Ulayat seluas kurang lebih 4000 Hektar yang telah beralih pungsi menjadi lahan Perkebunan Sawit.

Dalam Musyawarah Akbar yang dideklarasi M.Thoyib Ahyat selaku Ketua Adat Desa Remban itu diputuskan persoalan Sengketa tanah ulayat tersebut akan dibawak ke Presiden RI, Menteri Pertanian RI, DPR-RI dan DPD RI di Jakarta, yang akan dipimpin oleh M.Thoyib Ahyat selaku Ketua Adat, M.Yusup Kades Remban, Sharul Khafi Ketua BPD Remban, dan Perwakilan Masyarakat Remban Umar Bahori ST.

“Saya selaku Kepala Desa berharap persoalan tanah ulayat Desa Remban ini dapat diselesaikan secapatnya, kasihan masyarakat kita yang kehilangan hak mereka” sebut Kades.

Sementara itu Ketua BPD Sahrul Khafi berharap pihak PT Agro Muaro Rupit (AMR) juga bisa mengakomodir Tenaga lokal terutama jasa angkutan, “dulu mobil perusahaan cuma dua, sejak mulai panen mobil angkutan milik perusahaan terus bertambah, sementara di Remban ini terdapat belasan mobil Truck, saya harap diakomodir juga sehingga ada lapangan kerja baru, sebab kondisi ekonomi saat ini sedang sulit.” ujarnya. (Aang)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: