Rabu, Oktober 21Suara Rakyat News
Shadow

2 Pendaki Asal Jambi Ditemukan Tewas di Kawah Gunung Dempo

Page Visited: 109
0 0
Read Time:1 Minute, 12 Second

PAGARALAM-Suararakyatnews.com,

Dua pendaki asal Bungo Provinsi Jambi yang dikabarkan hilang di Gunung Api Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), ditemukan tewas d lereng kawah dengan kedalaman 500 meter. Proses evakuasi berjalan dramatis karena kondisi medan yang sulit dan curam.


kedua pendaki masing-masing bernama Fikri (19) dan Jumadi (26) warga Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, dikabarkan hilang sejak tanggal 15 Oktober lalu oleh pihak keluarga. Setelah melakukan penyisiran selama 13 hari, akhirnya tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, Wanadri, serta relawan pencinta alam Kota Pagaralam dan Provinsi Jambi, pada Minggu (3/11/2019) nenemukan jasa keduanya didekat kawah Gunung.

Selanjutnya Tim gabungan melakukan evakuasi jasad kedua pendaki sejak Minggu pagi dimulai dari pukul 07.00 WIB yang melibatkan kurang lebih 60 orang secara estafet dengan membuat pos-pos disepanjang jalur Tugu Rimau. hingga pukul 23.00. WIB tim gabungan baru dapat melakukan evakuasi terhadap jasad Jumadi, sedang Jasad Fikri. baru dapat dievakuasi pada hari Senin (4/11/2019) malam sekira Pukul 22.00 WIB.

“Satu pendaki posisinya ditemukan di lereng gunung dan satu lagi berjarak kurang lebih 15 meter dari pendaki yang pertama kali ditemukan,” kata Kepala Pos Basarnas Kota Pagaralam, Alparis.

Dikatakan Alparis, proses evakuasi Korban ditandu secara bergantian melalui medan jalan yang sulit. yang memakan waktu hampir 10 jam perjalanan menuju ke titik awal pendakian di Tugu Rimau. “Alhamdulillah, pada pencarian hari ke-13 dan 14 ini, pendaki sudah berhasil kami evakuasi.” tuturnya. (*Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: