Sabtu, Oktober 24Suara Rakyat News
Shadow

Desa Koto Rawang Kecamatan Jangkat Kini Sudah Tidak Terisolir Lagi

Page Visited: 29
0 0
Read Time:1 Minute, 43 Second

MERANGIN-Suararakyatnews.com,

Warga Desa Koto Rawang yang jumlah penduduknya sekitar 300 Kepala Keluarga di Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin saat ini merasa bahagia, karena selama 74 tahun Indonesia Merdeka masyarakat Desa Koto Rawang kalau hendak ke luar Desa menuju Kota Kecamatan harus berjalan kaki selama 4 jam, dikarenakan tidak adanya akses jalan, baik untuk kendaraan roda dua apalagi untuk kendaraan roda empat.


Setelah diresmikannya jalan menuju Desa tersebut oleh Bupati Merangin Al Haris pada Minggu (29/09/2019),
warga masyarakat Koto Rawang mengadakan acara syukuran bayar nazar, dimana bayar nazar ke Bupati ini berupa beras seratus kilo, Sapi Satu ekor.

Warga Desa Koto Rawang Kecamatan Jangkat menilai, Bupati Merangin H Al Haris, telah mengukir sejarah bagi Desanya. Betapa tidak, desa yang selama ini terisolir karena tidak punya jalan, sekarang sudah terbuka dan keluar dari terisolir, ujar Daria Kades Koto Rawang.

Bupati Merangin ketika dikonfirmasi usai acara mengaku dibukanya jalan yang menelan dana tahap pertama Rp 1 miliar tersebut, hasil dari program Pertisun (Perjalanan Pejabat Tidur di Dusun) yang dilakukannya pada Desember 2017.

“Waktu itu saya berpikir bagaimana jika ada warga yang sakit atau ada ibu yang akan melahirkan, karena Desa Koto Rawang sama sekali tidak punya jalan untuk kendaraan. Saya sangat merisaukan itu,” ujar Bupati.

Bupati tidak ingin masyarakat Koto Rawang terus menderita, terutama anak-anak, karena harus berjalan kaki lebih dari empat jam bisa keluar sampai ke Jangkat. Bupati menyebut jalan yang dibangunnya itu merupakan warisan.

Warisan yang harus dijaga masyarakat, untuk anak cucu mereka. Melalui jalan itu Bupati berharap anak-anak Koto Rawang akan termotifasi untuk maju dan bangkit membangun daerahnya.

Plt Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mardansyah Saidi mengatakan, jalan yang dibangun Bupati itu panjangnya 11,4 Km. “Jalan itu dibuka dari Desa Lubuk Pungguk ke Koto Rawang, lebarnya enam meter,” ujarnya.

Sedangkan Kabid Bina Marga Dinas PUPR Merangi Aspan mengatakan, di sepanjang jalan itu ada empat jembatan sementara yang dibangun masyarakat secara swadaya.

“Masyarakat sangat berperan terbukanya jalan itu, mereka bergotong royong ikut membangun empat jembatan sementara. Jembatan permanen akan kita bangun pada tahap selanjutnya,” terang Aspan. (PERI)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: