MERANGIN-Suararakyatnews.com,

Juli (21) warga Rt 08 Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin sudah beberapa tahun belakangan ini mengalami pembengkakan dibagian belakang kepalanya, diduga Tumor ganas.
Jamilah (63) ini harus menanggung beban hidup dengan ala kadarnya, untuk memenuhi hidup sehari-hari, dikarenakan suaminya sudah beberapa tahun yang lalu meninggal dunia.
Hidup berdua di rumah panggung yang sederhana, Ibu Jamilah dengan rasa tanggung jawab dan sabar terus merawat Juli yang sudah beberapa tahun ini mengalami pembengkakan dibagian belakang kepala yang diduga Tumor ganas.
“Saya hanya bisa pasrah dengan penyakit yang diderita anak saya (Juli – Red) sejak beberapa tahun ini, jangankan untuk berobat, makanpun kami kadang tidak pakai cabe, dan terkadang dikasih sama tetangga, saya tidak punya apa-apa, harta saya yang ada cuma anak.” Lirih Ibu Jamilah.
Walau usia sudah uzur, ibu Jamilah terus berusaha untuk pergi keladang untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, karena merasa malu terus dibantu sama tengga, Andai saya pergi keladang, Juli harus tinggal sendirian dirumah, namun sesekali saya lihat juga.
Ketika awak media menanyakan, Rabu (14/03), Apakah pihak Pemerintah Kecamatan atau dari Kelurahan pernah memberi bantuan atau mendatangi untuk melihat secara langsung keadaan Juli kerumah, Jamilah menyebutkan, bantuan yang selama ini ia terima hanya Beras Miskin (Raskin) itupun tidak setiap bulan, kalau bantuan lainnya tidak pernah kami terima, memang sayapun tidak memberitahunya kekelurahan tentang keadaan anak saya ini.” Ungkap Jamilah.
“Selama ini hanya obat penahan rasa sakit kepala saja yang yang saya makan, biasanya bila malam tiba, rasa sakit dikepala seperti ditusuk dengan jarum, terkadang saya menangis karena tidak kuat untuk menahan rasa sakitnya.” Kata Juli.

“Mau bagaimana lagi, ini sudah nasib saya, yang penting bagi saya saat ini Mak (Jamilah- red) sehat dan terus bisa merawat saya.” Keluhnya.
“Andai ada yang mau menawari saya berobat gratis, saya sangat berterima kasih sekali, kalau bayar kami tidak punya biaya, jangankan buat berobat, buat makan sehari-hari saja cuma seadanya, malah sering dikasih tetangga. Saat ini saya hanya bisa berharap kepada Allah, agar penyakit yang sedang saya alami ini cepat diangkat, dan ibu saya tetap diberi kesehatan.” Keluh Juli. (SRN.PERI)












