NASIONAL

BNPB dan MIT Urban Risk Luncurkan Platform Peta Bencana

65
×

BNPB dan MIT Urban Risk Luncurkan Platform Peta Bencana

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 729
0 0
Read Time:2 Minute, 24 Second

JAKARTA-Suararakyatnews

Untuk menghadapi potensi ancaman banjir pada musim hujan yang tinggi di awal 2017, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Massachusetts Information Technology (MIT) Urban Risk Lab meluncurkan platform PetaBencana.id. Platform ini memuat peta kebencanaan yang gratis dan open source.

Pengguna dapat mengunjungi http://www.petabencana.id/ untuk mengakses informasi banjir terkini di wilayah Jabodetabek, Surabaya dan Bandung. Di samping itu, pengguna juga dapat secara aktif melaporkan keadaan banjir di wilayahnya secara realtime. Namun laporan tersebut akan diverifikasi dan disebarkan secara langsung melalui peta publik.

Pengguna media sosial dan aplikasi pesan instan kini dapat melaporkan situasi banjir di sekitar dengan mudah. Pengguna Twitter cukup mengirim tweet ke *@petabencana* dengan *#banjir* dan *BencanaBot* akan otomatis memandu pengguna untuk mengisi laporan. Pengguna Telegram juga dengan mudah untuk melaporkan banjir dengan mengirim pesan “*/banjir*” ke *@BencanaBot*, yang akan membantu pengguna membuat laporan. Pengguna dapat menambahkan deskripsi, foto, tinggi banjir dan detail lokasi dalam laporan.

Peta Bencana.id tidak hanya mengumpulkan laporan hasil crowdsourcing dari media digital tetapi juga informasi terkait infrastruktur bencana. Peta dapat juga menampilkan tinggi muka air di pintu air dan lokasi pompa terdekat sebagai layer, sebagai gambaran lebih menyeluruh tentang situasi banjir.


PetaBencana adalah satu-satunya platform yang dapat mengintegrasikan berbagai kanal media sosial yang populer. Selain Twitter dan Telegram, saat ini kami bekerja sama dengan Qlue, PasangMata detik.com, Z-alert dan mitra lain,” kata Dr. Etienne Turpin, Co-Director PetaBencana.id dan Peneliti MIT Urban Risk Lab.

“Pengguna dapat melapor seperti biasa melalui aplikasi pilihan mereka dan informasi tersebut dapat langsung diintegrasikan ke dalam peta.”

Etienne menambahkan bahwa pihaknya mengundang aplikasi-aplikasi atau kanal lain untuk berbagi informasi dengan PetaBencana.id.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan upaya secara cepat. Keterlibatan masyarakat sangat penting hadir dalam upaya tersebut.

“Di sisi lain, saat ini kekuatan media sosial sangat berkembang pesat. Sejalan dengan perkembangan media sosial dan teknologi digital, BNPB dan MIT mengembangkan platform pertama di dunia yang melibatkan masyarakat secara realtime dan masyarakat juga sekaligus dapat mengakses informasi kebencanaan tersebut.”

“Target pengguna media sosial dan digital untuk PetaBencana.id ini adalah 50 juta jiwa, yaitu di Jabodetabek 31 juta jiwa, Kota Surabaya 10 juta dan Kota Bandung 9 juta. “


“Ke depan, kami akan mengembangkan platform untuk bencana lain, seperti erupsi gunungapi dan gempabumi.”

Dengan berbagi informasi bencana, warga dapat menolong satu sama lain untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi terkini. Warga dapat juga membantu instansi berwenang dalam penangana bencana, termasuk BNPB, BPBD dan stakeholder untuk penangan bencana yang efektif dan efisien.

Pengembangan platform ini sebagai bagian dari proyek InAWARE Disaster Management Early Warning and Decision Support Capacity Enhancement within Indonesia’s BNPB and BPBD (fase II). Sebuah proyek yang didukung oleh USAID dan Pacific Disaster Center (PDC) dan Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) sebagaimana dikutip dari rilis yang disampaikan oleh Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB


Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

/* */