MAUMERE-Suararakyatnews.com,

Ibu rumah tangga menduduki peringkat tertinggi kasus penularan penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Sikka. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka mencatat, jumlah kasus HIV/AIDS hingga Mei 2021, telah menembus angka 993 kasus, dengan angka kematian mencapai 220 orang.
Data yang diterima Suararakyatnews.com, Minggu (15/8/2021) tercatat, sejak pertama munculnya kasus HIV/AIDS di Sikka pada tahun 2003, hingga Bulan Mei 2021 total kasus HIV/AIDS telah mencapai 993. Dari total jumlah tersebut, kalangan ibu rumah tangga menempati peringkat pertama yakni sebanyak 234 kasus. Urutan kedua ditempati mereka yang berprofesi swasta yakni sebanyak 151 kasus, warga petani menempati urutan ketiga dengan jumlah kasus sebanyak 147 sedangkan sopir sejumlah 54 kasus dan buruh kasar sebanyak 48 kasus.
Sementara itu, untuk wilayah distribusi kasus HIV-AIDS di Kabupaten Sikka yakni Kecamatan Alok menempati urutan pertama dengan jumlah kasus 147. Kecamatan Alok Timur sebanyak 126 kasus, Urutan ketiga ditempati Kecamatan Nita dan Kecamatan Alok Barat masing-masing 82 kasus, Kecamatan Kewapante sejumlah 57 kasus dan Kecamatan Kangae dengan jumlah kasus 52.
Pengelola Program KPAD Kabupaten Sikka, Ernesto Kalla menyebutkan dari total jumlah tersebut, sebanyak 220 warga Sikka telah dinyatakan meninggal dunia sepanjang tahun 2003 sampai Mei 2021. Ia mengaku di masa pandemi ini, kasus HIV-AIDS di Kabupaten Sikka bahkan mengalami peningkatan hingga mencapai 29 kasus bila dibanding dengan kasus tahun 2020 yang tercatat sebanyak 904 kasus.
“Jadi, ada tambahan 29 kasus baru selama masa pandemi Covid-19 dengan rincian 8 kasus HIV dan 21 kasus AIDS. Satu orang dinyatakan meninggal dunia,” urai dia.
Ia berharap, edukasi kepada masyarakat dan pendampingan terhadap Orang Dengan HIV Aids (ODHA) agar terus dilakukan. Sedangkan untuk tindak pencegahan, pihaknya telah membentuk organisasi Warga Peduli AIDS (WPA) di setiap desa dan kelurahan sebagai bentuk perpanjangan tangan dari KPAD Sikka. (Chois Bhaga)












