space
WAHANA

Teknologi “Irigasi Tetes” Pemicu Munculnya Petani Milenial Di Sikka Meningkat

388
×

Teknologi “Irigasi Tetes” Pemicu Munculnya Petani Milenial Di Sikka Meningkat

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 662
0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

MAUMERE-Suararakyatnews.com,

Penggunaan teknologi sistem “Irigasi Tetes” milik Yance Maring Alumni Universitas Aicat Israel tersebut, telah menjadi motivasi dalam pengembangan pertanian. Dirasakan betul manfaatnya baik individu, lembaga-lembaga, bahkan kelompok tani di Kabupaten Sikka, Flores NTT. Penggunaan teknologi dengan sistem “Irigasi Tetes”, memacu produktivitas pertanian semakin melesat hebat.

Sebagai rekan kerja dalam beberapa kesempat diskusi dirinya (Yance Maring) juga menerangkan, di era perkembangan global ini, teknologi pertanian dengan sistem yang dikontrol melalui aplikasi lewat Henpone Android, menjadi penanda semakin berkembang pesatnya teknologi pertanian di Kabupaten Sikka. Tak hanya sekadar penanda, teknologi sistem “Irigasi Tetes”, juga mendorong peningkatan produktivitas yang orientasinya adalah kesejahteraan petani itu sendiri.

“Teknologi irigasi tetes merupakan mekanisasi pertanian yang kehadirannya tak dapat lagi dihindarkan. Sistem irigasi tetes menjadi pembukti bahwa sektor pertanian telah bergeser dari pola tradisional atau petani konfensional ke arah yang lebih modern,” kata Yance Maring dalam diskusi, Selasa (7/9/21).

Melihat kondisi ini, pantauan Suararakyatnews.com ada beberapa tempat yang sudah menerapkan teknologi irigasi tetes dalam pengembangan dan meningkatakan produktivitas pertanian. Seperti: di lembaga keuskuspan, lembaga candraditia, kebun vanili milik bupati Sikka, kelompok tani di desa Umauta, dan beberapa wilayah lainnya.

Lebih lanjut ia juga menggambarkan, bahwa sekarang lagi berjalan usaha tani dari kelompok “Moeda Tani Farm” kabupaten Sikka di lahan milik Pemda Sikka.

“Sekarang saya bersama kelompok Moeda Tani Farm sedang mengerjakan di lahan milik Pemda Sikka. Kami sedang dalam proses pengerjaan. Kami akan menanam berbagai jenis tanaman. Seperti sayur-sayur, bawang, dan lombok”. terangnya.

Tak hanya itu, Yance menyebutkan pengelolaan dan pemanfaatan sistem “Irigasi Tetes” dengan baik dapat berdampak pada peningkatan pendapatan petani, sehingga dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan secara ekonomi.

Untuk itu, ia juga menjelaskan bahwa optimalisasi sistem ini, adalah langkah awal dalam upaya meningkatkan pembangunan pertanian di Kabupaten Sikka dan juga seluruh Indonesia.Hal terpenting dicapai, selain sebagai motivasi bagi petani-petani muda di Sikka, namun ada hal urgen dengan maksud untuk mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Sikka dalam kondisi Covid 19 ini. Sebab, mekanisasi pertanian modern terbukti mampu meningkatkan produksi tanaman hortikultura pada tahun-tahun yang sedang berjalan ini.

“Saya berharap, adanya teknologi ini tidak akan menurunkan produksi. Gunakanlah teknologi yang ada supaya produksi bisa meningkat. Hal ini sekaligus meningkatkan ketahanan pangan di sini dalam kondisi covid ini,” harap Yance. (Chois Bhaga)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

/* */