Sabtu, November 28Suara Rakyat News
Shadow

Masyarakat Bali Muratara Adakan Perayaan Berdirinya PURA

Page Visited: 49
0 0
Read Time:1 Minute, 29 Second

MURATARA-Suararakyatnews.com,

Saat ini tidak harus jauh-jauh lagi untuk menyaksikan kegiatan perayaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat di Bali atau daerah yang dikenal dengan Pulau Dewata.

Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Blok D Kelurahan Karya Makmur (SP 9) Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang mayoritas masyarakatnya pendatang dari Provinsi Bali yang kini sudah menetap di Kabupaten Muratara.

Kali ini, Masyarakat keturunan Bali mengadakan upacara dan perayaan Feodalan atau ulang tahun dibangunnya pura Dharma Wisesa yang merupakan tempat utama persembahyangan masyrakat beragama Hindu di Blok D Kelurahan Karya Makmur.

Ketua adat masyarakat Blok D Kelurahan Karya Makmur, Ketut Darte mengatakan upacara feodalan atau perayaan ini wujud syukur dan pendekatan diri dengan sang pencipta khayangan atas berdirinya Pure Dharma Wisesa.

“Upacara ini selalu diadakan setiap tahun, sejak mulai adanya Pure tahun 1991, dan sekarang baru rampung, termasuk empat Pure lainnya, jadi kegiatan ini namanya mendem pedadingan atau secara nasionalnya mengukuhkan bangunan Pure yang dibangun,” Kata Ketut Darte, Saat diwawancarai Selasa (16/7/2019).

Menurutnya, perayaan ini juga bertujuan untuk mendekatkan diri sama sang widhi, dengan sembahyang bersama, dengan sebelumnya dilakukan tarian adat oleh anak-anak masyarakat disini. Salah satunya tarian renjang renteng.

Sementara itu, Pemimpin parisade (lembaga adat), Gede Sumadi menjelaskan perayaan ini merupakan bagian dari pembinaan, dimana ada tiga hal yang harus dijaga hubungannya, yakni hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan semesta linkungan.

“Makanya setiap pohon besar dikasih kain putih sebagai penghargaan terhadap pohon tersebut sama-sama ciptaan Tuhan yang harus dijaga,” paparnya.

Gede Sumadi juga mengungkapkan rasa bangga dan memberikan apresiasi terhadap pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah kecamatan, dimana tidak diakriminatif, walaupun kami minoritas tapi tidak membeda-bedakan. “Kami bangga dengan pemerintah yang sangat perhatian dengan kami, tanpa membeda-bedakan walaupun jumlah kami sedikit,” tutupnya (Agon/ Rd)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: