space
ARTIKEL

Tekanan Darah Tinggi Bisa Tanpa Gejala, Ini Cara Mengenalinya

21
×

Tekanan Darah Tinggi Bisa Tanpa Gejala, Ini Cara Mengenalinya

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 11
0 0
Read Time:3 Minute, 6 Second

Suara Rakyat News — Kesehatan

Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena seseorang bisa memiliki tekanan darah tinggi tanpa merasakan keluhan apa pun. Bahkan, banyak orang baru mengetahui dirinya mengalami hipertensi setelah melakukan pemeriksaan kesehatan.

Padahal, hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Karena itu, jangan menunggu munculnya gejala untuk mulai memeriksa tekanan darah.

Mengapa Hipertensi Sering Tidak Terasa?

Berbeda dengan beberapa penyakit yang menimbulkan keluhan jelas, hipertensi sering berkembang secara perlahan. Seseorang dapat tetap beraktivitas seperti biasa meskipun tekanan darahnya sudah tinggi.

Itulah sebabnya merasa sehat bukan berarti tekanan darah pasti normal. Satu-satunya cara untuk mengetahui tekanan darah adalah dengan melakukan pengukuran.

Kenali Beberapa Keluhan yang Bisa Muncul

Meskipun sebagian besar penderita hipertensi tidak mengalami gejala, tekanan darah yang sangat tinggi dapat disertai beberapa keluhan, seperti:

  • Sakit kepala, terutama bila terasa berat.
  • Penglihatan kabur atau mengalami perubahan penglihatan.
  • Pusing.
  • Jantung berdebar atau irama jantung tidak teratur.
  • Mimisan.
  • Telinga berdenging.
  • Mual atau muntah.
  • Nyeri atau rasa tertekan di dada.
  • Sesak atau kesulitan bernapas.

Namun, keluhan tersebut tidak dapat digunakan untuk memastikan seseorang mengalami hipertensi. Pemeriksaan tekanan darah tetap diperlukan.

Cara Paling Tepat Mengenali Hipertensi

1. Rutin Mengukur Tekanan Darah

Pemeriksaan dengan tensimeter merupakan cara utama untuk mengetahui apakah tekanan darah seseorang berada dalam batas normal atau tinggi.

WHO menyebut hipertensi pada orang dewasa sebagai tekanan darah yang menetap 140/90 mmHg atau lebih, dengan diagnosis perlu dikonfirmasi melalui pengukuran pada kesempatan yang berbeda sesuai penilaian tenaga kesehatan.

2. Pastikan Pengukuran Dilakukan dengan Benar

Agar hasil pengukuran lebih akurat, Kementerian Kesehatan menyarankan beberapa hal, antara lain duduk dengan nyaman, kaki menapak di lantai dan tidak menyilang, serta beristirahat sekitar lima menit sebelum pengukuran.

Hindari olahraga, merokok, dan konsumsi kafein setidaknya 30 menit sebelum pemeriksaan. Selama tekanan darah diukur, usahakan tetap tenang dan tidak berbicara.

3. Periksa Secara Berkala

Jangan hanya mengukur tekanan darah ketika sedang merasa pusing atau tidak enak badan. Pemeriksaan berkala justru penting karena hipertensi dapat berlangsung tanpa gejala.

Pemeriksaan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan dan, bila sesuai, menggunakan alat pengukur tekanan darah di rumah.

Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Risiko hipertensi dapat meningkat pada orang yang memiliki faktor seperti:

  • Usia yang semakin bertambah.
  • Riwayat keluarga dengan hipertensi.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Kurang melakukan aktivitas fisik.
  • Pola makan tinggi garam.
  • Kebiasaan merokok.
  • Konsumsi alkohol.
  • Memiliki penyakit tertentu, termasuk diabetes atau penyakit ginjal.

Memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti mengalami hipertensi, tetapi menjadi alasan untuk lebih memperhatikan pemeriksaan tekanan darah.

Bagaimana Cara Menjaga Tekanan Darah?

Beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu mencegah dan mengendalikan tekanan darah tinggi, antara lain:

Kurangi garam dan terapkan pola makan bergizi seimbang.

Aktif bergerak dan lakukan aktivitas fisik secara rutin.

Jaga berat badan agar tetap berada dalam kisaran yang sehat.

Berhenti merokok dan hindari konsumsi alkohol yang berlebihan.

Kelola stres dan tidur yang cukup.

Jika dokter telah memberikan obat antihipertensi, konsumsi obat sesuai petunjuk dan jangan menghentikannya sendiri meskipun tekanan darah sudah membaik.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Tekanan darah yang sangat tinggi, terutama sekitar 180/120 mmHg atau lebih, perlu mendapat perhatian segera. Jika angka tersebut disertai nyeri dada, sesak atau sulit bernapas, sakit kepala berat, gangguan penglihatan, kebingungan, mual atau muntah, atau gangguan irama jantung, segera cari pertolongan medis.

Jangan Tunggu Sampai Tubuh Memberi Tanda

Hipertensi bisa diam-diam merusak pembuluh darah dan organ penting seperti jantung, otak, dan ginjal tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala merupakan langkah sederhana tetapi sangat penting untuk mendeteksi masalah sejak dini.

Ingat: merasa sehat bukan jaminan tekanan darah normal. Ukur tekanan darah Anda secara rutin dan konsultasikan hasil yang tinggi kepada tenaga kesehatan.

Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh dokter.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

/* */