space
OLAHRAGA & KESEHATAN

Punya Banyak Khasiat, Jamu Terus Didorong Masuk Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

388
×

Punya Banyak Khasiat, Jamu Terus Didorong Masuk Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 489
0 0
Read Time:3 Minute, 42 Second

JAKARTA – Dikenal sebagai negara yang kaya keanekaragaman hayati (biodiversitas), Indonesia tentu memiliki kekayaan alam yang melimpah.

Bahkan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) inilah yang turut dimanfaatkan dalam berbagai sektor termasuk kesehatan.

Dalam industri kesehatan, keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia turut digunakan pula untuk pengobatan tradisional seperti jamu.

Tanaman obat seperti kunyit, temulawak, jahe, lengkuas, kencur dan tanaman lainnya ternyata dapat diolah menjadi minuman yang diklaim memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

Masyarakat Indonesia memang sejak lama mengenal jenis minuman kesehatan tradisional ini.

Menariknya, saat ini jamu tidak hanya dikenal sebagai minuman kesehatan saja, namun juga warisan budaya Indonesia.

Hal itu karena minuman herbal ini telah digunakan secara turun temurun dari generasi ke generasi dan diklaim dapat memberikan manfaat untuk menjaga kebugaran, kesehatan hingga penyembuhan penyakit.

Nah, jamu kini juga diajukan sebagai warisan budaya Indonesia ke Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau UNESCO.

Upaya pengajuan jamu ke UNESCO ini sebenarnya telah digagas sejak 2013 lalu, namun saat ini dianggap sebagai momentum yang tepat untuk menominasikan jamu sebagai warisan budaya bangsa Indonesia ke lembaga yang berads di bawah naungan PBB itu.

Terlebih jamu dianggap telah membantu menjaga kebugaran masyarakat di tengah kondisi dunia yang terpuruk akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Terkait hal ini, tim Kerja Nominasi Budaya Sehat Jamu bersama Gabungan Pengusaha (GP) Jamu yang didukung oleh ilmuwan dan budayawan seperti Dr. BRA. Mooryati Soedibyo, Jaya Suprana dan lainnya pun secara resmi telah menyerahkan beberapa dokumen pengajuan nominasi ke UNESCO.

Wakil Sekretaris Jendral 4 GP Jamu sekaligus Tim Kerja Nominasi Budaya Sehat, Kusuma Ida Anjani mengatakan bahwa dokumen persyaratan pengajuan nominasi ke UNESCO telah diserahkan secara resmi melalui Kementerian Pendidikan,Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada Maret lalu.

“Besar harapan bangsa Indonesia, agar niat luhur ini mendapat support dari seluruh masyarakat Indonesia dan juga restu dari pemerintah, sehingga akhirnya jamu tercatat dan mendapat pengakuan sebagai warisan budaya Indonesia di UNESCO,” kata Kusuma, dalam keterangan resminya, Rabu (6/4/2022) lalu.

Sementara itu salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Putri Kus Wisnu Wardhani menyebut bahwa jamu merupakan produk dari perjalanan sejarah peradaban masyarakat Indonesia yang tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan nusantara sejak ribuan tahun lalu.

“Sebagai warisan leluhur yang berakar dari budaya asli Indonesia, maka jamu Indonesia perlu diprioritaskan untuk memperoleh pengakuan dari UNESCO sebagai warisan kebudayaan dunia,” kata Putri dalam video yang tayang di kanal YouTube.

Menurutnya, minuman yang berasal dari tanaman herbal ini juga telah memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat secara global di masa pandemi ini.

Sehingga penting untuk mendorong agar jamu bisa memperoleh pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

“Indonesia tentu akan bangga, jika jamu mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Apalagi jamu telah banyak memberikan manfaat kesehatan untuk dunia, khususnya pada masa pandemi, sehingga sudah layak dan tepat jika jamu dinominasikan ke UNESCO tahun ini,” pungkas Putri.

Industri Tetap Tumbuh Di Tengah Kelesuan Ekonomi Kementerian
Perusahaan app yang mempunyai visi menjadi perguruan membangunnya menjadi sebuah pabrik jamu tradisional baku plastik terus didorong pasalnya

Dorong Penelitian Jamu Tradisional Fakultas Farmasi Ugm
Ia mengungkapkan ada beberapa tanaman tradisional yang terus dikembangkan karena khasiatnya seperti sirgunggu biotagor dan kemukus

Obat Tradisional Universitas Udayana
Etnomedisine terus ditingkatkan dan didorong pengembangannya melalui tumbuhan yang mempunyai ketiga khasiat tersebut yaitu akar dingin kulit

Penerapan Kebijakan Setara Inklusif Di Berbagai Sektor Terus
Ini termasuk penyandang disabilitas perempuan dan orang orang yang memiliki ragam gender serta kaum rentan lainnya dapat mengakses

Laporan Direksi Pt Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk
Berdasarkan data bps sektor industri kimia farmasi dan obat tradisional terus mengalami pertumbuhan tinggi didorong oleh pertumbuhan subsektor obat

Punya Banyak Khasiat Jamu Terus Didorong Masuk Halloindo
Jamu kini juga diajukan sebagai warisan budaya indonesia ke organisasi pendidikan keilmuan dan kebudayaan perserikatan bangsa bangsa pbb unesco

Analisis Kualitatif Obat Tradisional Sebagai Agen Peningkatan
Medis yang memberikan kortikosteroid dan antivirus juga telah didorong dilaporkan terus meningkat pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan

Pandemi Dokter Sarankan Mengkonsumsi Jamu Harus Teratur
Begitu seterusnya yang penting minuman atau jamu yang dikonsumsi itu berisi bahan bahan herbal yang punya banyak manfaat untuk tubuh

Obat Tradisional Dan Tanaman Obat Di Indonesia Universitas
Beragam jenis tumbuhan akar akaran dan bahan bahan alamiah lainnya diracik sebagai ramuan jamu untuk menyembuhkan berbagai penyakit ramuan

Punya Banyak Khasiat Jamu Terus Didorong Masuk Line Today
20 hours ago menariknya saat ini jamu tidak hanya dikenal sebagai minuman kesehatan saja namun juga warisan budaya indonesia hal itu karena minuman herbal

Punya Banyak Khasiat Jamu Terus Didorong Masuk Jadi Warisan
20 hours ago tanaman obat seperti kunyit temulawak jahe lengkuas kencur dan tanaman lainnya ternyata dapat diolah menjadi minuman yang diklaim memiliki

Kunjungi sumber berita: tribunnews

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

/* */