MERANGIN-Suararakyatnews.com,

Masuk dalam enam besar Nasional pada lomba Lingkungan Bersih Sehat (LBS), Desa Sungai Sahut Kecamatan Tabir Selatan Kabupaten Merangin berpeluang untuk dapat menjadi juara tingkat Nasional 2019.
Hal ini tergambar Ketika Ketua Tim Penilai Pusat yang diketuai bernama Hj Endang saat melakukan Verifikasi ke lapangan ke Desa Sungai Sahut pada Selasa (12/3/2019).
“Sengaja kami turun kelapangan untuk melukukan cek dan ricek, dengan tujuan agar data yang dilaporankan kepusat tersebut sama dengan data yang ada dilapangan. Selain mengecek langsung, Tim penilai juga memperbanyak dialog langsung dengan warga setempat. Ujar Hj Endang.
Ditegaskannya lagi, “sekarang ini Kabupaten Merangin yang mewakili Provinsi Jambi pada lomba LBS tingkat Nasional, telah masuk nominasi enam besar, artinya juara ke enam sudah ditangan.” tegasnya.
Sementara untuk penyerahan hadiah LBS tahun 2019 ini, akan berlangsung pada 16 Juli nanti di Kota Banjar Baru Kalimantan Selatan, dan berharap Nantinya Ibu Hj Hesti menghadiri acara itu,” ujar Endang seolah memberi lampu hijau atas kemenangan Merangin.
Kabupaten yang masuk enam besar lomba LBS tingkat nasional tahun 2019 tersebut jelas Hj Endang, Merangin-Jambi, Pasaman-Sumbar, Wonosobo-Jawa Tengah, Sleman-Yogjakarta, Lampung Selatan – Lampung dan Deli Serdang-Sumut.
Pada kesempatan itu Ketua TP PKK Merangin Hj Hesti Haris menegaskan, Desa Sungai Sahut tidak semata langsung siap dalam mengikuti lomba LBS. Jauh-jauh hari telah dilakukan pembinaan secara berkala dan berbagai persiapan.
Semua elemen masyarakat bersatu memenuhi berbagai kekurangan yang terjadi. “Saya sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat Sungai Sahut, kader PKK, berbagai komunitas dan semua pihak yang telah berperan,” ujar Hj Hesti Haris.
Semua data-data yang dibutuhkan tim penilai lomba LBS lanjut Bunda PAUD Merangin ini sudah disiapkan, termasuk dengan orang-orang pelakunya. Begitu juga dengan Puskesmas setempat yang selalu siap.
Pada kesempatan itu, Hj Hesti Haris sempat meninjau hasil kerajinan warga Desa Sungai Sahut yang dipamerkan. Diantaranya adalah lukisan menarik dari bahan limbah rumah tangga. (PERI)












