WAHANA

Warga Pelawan Jaya Kembali Gelar Aksi Damai, Sampaikan Aspirasi Terkait Dugaan Dampak Lingkungan PT SMM

By admin

July 16, 2026

Sarolangun, Suararakyatnews.com,

Sejumlah warga Desa Pelawan Jaya yang mengaku terdampak aktivitas PT Samudra Mahkota Mas (PT SMM) menggelar aksi damai di Simpang Kantor Bupati Sarolangun pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Aksi diawali dengan penyampaian orasi oleh Amirul atau Bojes bersama Gus Ahmad.

Dalam orasinya, keduanya menyampaikan aspirasi dan tuntutan agar Pemerintah Kabupaten Sarolangun memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang menurut warga berkaitan dengan dugaan dampak lingkungan akibat aktivitas PT SMM.

Dalam orasinya, Bojes menyampaikan kritik terhadap pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sarolangun. Ia mengatakan, “Hari ini Bupati Sarolangun telah gagal sebagai bupati. Anggota DPRD, termasuk Ketua DPRD Sarolangun, hanya mementingkan kepentingan partai dan para koleganya,” ucap Bojes dalam orasinya.

Kemudian massa melanjutkan kegiatan dengan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar agar persoalan yang mereka sampaikan memperoleh penyelesaian. Kemudian peserta aksi secara simbolis menyiramkan air yang telah didoakan ke Kantor Bupati Sarolangun sebagai bentuk harapan agar pemerintah diberikan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

Saat diwawancarai usai aksi, Gus Ahmad mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang hingga kini merasa belum memperoleh penyelesaian atas persoalan yang mereka alami. “Aksi yang dilakukan hari ini adalah pesan kami dari masyarakat bahwa hingga hari ini masyarakat masih merasakan dampak lingkungan dari operasi PT SMM, terutama bau menyengat dan kebisingan yang kami rasakan setiap hari. Besar harapan kami Pemerintah Kabupaten Sarolangun, khususnya, dapat mengambil kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” ungkap Gus Ahmad dengan nada kecewa.

Aksi berlangsung dalam suasana tertib dan damai dengan pengawalan aparat keamanan. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dalam menindaklanjuti aspirasi yang mereka sampaikan.

Hingga berita ini diterbitkan pemerintah daerah belum memberikan tanggapan. (Red)