WAHANA

Kronologis Blokade Jalinsum Pelawan Jaya: Massa Kecewa Usai Audiensi dengan Bupati Sarolangun

By admin

May 21, 2026

Sarolangun, Suararakyatnews.com

Aksi blokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang dilakukan masyarakat Desa Pelawan Jaya, Kabupaten Sarolangun, Selasa (19/5/2026), dipicu kekecewaan warga usai audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Sarolangun terkait tuntutan masyarakat terhadap aktivitas PT SMM.

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari demonstrasi masyarakat Pelawan Jaya yang sebelumnya digelar pada 13 Mei 2026 di depan Kantor Bupati Sarolangun. Aksi itu sempat menjadi perhatian publik dan viral di media sosial karena didominasi oleh emak-emak yang tetap bertahan menyampaikan aspirasi meski diguyur hujan.

Dalam demonstrasi tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait dugaan dampak lingkungan serta aktivitas perusahaan yang menurut masyarakat berada terlalu dekat dengan permukiman warga.

Saat aksi berlangsung, massa meminta bertemu langsung dengan Bupati Sarolangun. Namun hingga beberapa waktu, Bupati belum hadir menemui massa. Di tengah guyuran hujan, situasi sempat memanas setelah salah satu peserta aksi mengalami kesurupan.

Tak lama kemudian, Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun bersama pihak terkait menemui massa dan menggelar audiensi di Aula Bappeda Sarolangun.

Dari hasil pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Sekretaris Daerah dan Kesbangpol menyepakati akan memfasilitasi audiensi lanjutan antara masyarakat dengan Bupati Sarolangun pada Selasa, 19 Mei 2026.

Pada audiensi lanjutan tersebut, masyarakat kembali menyampaikan tuntutan mereka secara langsung kepada pemerintah daerah. Namun pertemuan berakhir tanpa keputusan yang dianggap jelas oleh warga.

Masyarakat meminta kepastian waktu serta pernyataan tertulis terkait tindak lanjut tuntutan mereka. Situasi yang tidak menemui titik terang itu kemudian memicu kekecewaan massa hingga berujung pada aksi blokade Jalan Lintas Sumatera di sekitar lokasi PT SMM.

Dalam aksi tersebut, massa melakukan penutupan jalan dan membakar material di badan jalan sebagai bentuk protes lanjutan.

Salah satu perwakilan masyarakat, Ahmad, turut menceritakan situasi saat aksi berlangsung. Ia mengaku sempat menerima panggilan video call dari Bupati Sarolangun melalui telepon seluler milik Kasat Intel.

“Saat aksi berlangsung saya mendapat telepon oleh Pak Bupati melalui telepon seluler Pak Kasat Intel. Pak Bupati mengatakan surat lagi dibuat dan akan dikirim. Kata Pak Bupati, beliau tadi tidak bisa langsung memutuskan ketika di ruang audiensi karena harus dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, dirinya sempat menyampaikan bahwa masyarakat sebenarnya bersedia menunggu apabila pemerintah membutuhkan waktu untuk melakukan koordinasi.

“Kemudian saya bilang, itulah Pak Bupati, kami juga telah memperingatkan kepada bapak ketika di ruang audiensi, butuh waktu berapa lama untuk dikoordinasikan kepada pihak-pihak terkait. Kalau memang sampai sore, kami tunggu sampai sore. Namun saat itu tidak ada jawaban pasti, dan sekarang massa tidak bisa lagi dibendung,” lanjutnya.

Ahmad juga menyebut, apabila penjelasan tersebut disampaikan sejak awal saat audiensi berlangsung, aksi blokade kemungkinan dapat dihindari.

“Coba Pak Bupati tadi langsung jawab di ruang audiensi, mungkin ini tidak terjadi,” katanya.

Ia menambahkan, Bupati kembali menyampaikan bahwa surat keputusan sedang diproses dan akan segera dikirim ke lokasi aksi.

Aksi massa diketahui dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Sekitar pukul 15.58 WIB akses jalan mulai dibuka sebagian, sebelum akhirnya dibuka sepenuhnya pada pukul 16.21 WIB setelah material di badan jalan disiram oleh massa dan petugas di lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Sarolangun maupun PT SMM belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan masyarakat Desa Pelawan Jaya. (Tim)