Page Visited: 695
0 0
Mediasi Antara Warga dan PT. BKS Berjalan Lancar

WAHANA

Mediasi Antara Warga dan PT. BKS Berjalan Lancar

By

February 19, 2019

SAROLANGUN-Suararakyatnews.com, 

Masyarakat Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi, Senin (18/2/2019) memprotes perusahaan Perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Air Hitam agar memperbaiki jalan penghubung Kecamatan Air Hitam dan Kecamatan  Pauh yang saat ini mengalami kerusakan,  Tuntutan warga terhadap perusahaan kelapa sawit itu difasilitasi oleh pihak Kecamatan Air Hitam dan pihak Kepolisian setempat dengan menggelar pertemuan dengan perusahaan terkait. 

Hardianto selaku perwakilan dari Masyarakat meminta pemeliharaan jalan yang dilintasi Perusahaan termasuk  mengatur tonase angkutan yang harus dibatasi sesuai kapasitas jalan katanya. Mereka juga menuntut pihak perusahaan lebih serius dan peduli kepada kepentingan umum masyarakat sekitarnya.

Camat Air Hitam, Imron mengatakan “keberadaan perusahaan maupun pemerintah hendaknya sejalan untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.” Ungkapnya

“Maka komitmen semua pihak harus jelas terhadap pembangunan di suatu daerah, kita juga sudah sering menekankan kepada pihak perusahaan agar memberi perhatian lebih terhadap fasilitas umum milik pemerintah yang dinikmati masyarakat,” kata Camat.

Kapolsek Air Hitam, IPTU Charles Sitorus, terkait adanya penyampaian aspirasi dari masyarakat kepada perusahaan, pihak kepolisian menghimbau agar penyampaian aspirasi masyarakat tetap berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku 

Sementara itu pihak perusahaan diwakili  Humas PT BKS Hendra dalam mediasi itu mengatakan, bahwa tidak ada sikap pembiaran dari perusahaan untuk tidak memperbaiki jalan yang rusak oleh angkutan perusahaan.

“Kita selalu melakukan perbaikan, karena susah juga aktifitas kita bila jalan ini terus dibiarkan rusak. Pihak kontraktor angkutan pasti protes, tapi semua ada tahapannya,” katanya.

Ianjut iya, selama ini memang ada keterbatasan bagi pihak perusahaan  dalam melakukan perbaikan terutama pada jalan yang sudah diaspal yang kondisi aspalnya  suda pecah.

“Karena tidak boleh kita mengupas aspal tersebut, bisa kena pelanggaran kita oleh pihak pemerintah. Makanya butuh kehati-hatian kita dalam memperbaiki jalan yang seperti itu. Intinya kami pihak perusahaan tetap berkomitmen membangun dan menjaga setiap fasilitas umum yang dibangun pemerintah untuk masyarakat, terutama  jalan,” kata Hendra.

Hasil mediasi tersebut, disepakati oleh semua pihak antara lain. Pihak perusahaan perkebunan itu akan berusaha melakukan perbaikan jalan secara terus menerus di dekat Pematang Kulim Desa Lubuk Kepayang yang menjadi lokasi  rawan rusak. Selain itu penyampaian aspirasi warga  dilakukan sesuai dengan aturan yang ada (Sobri)