HUKUM & KRIMINALITAS

Kegiatan Dana Desa di Sarolangun Masih Menjadi Temuan Inspektorat

87
×

Kegiatan Dana Desa di Sarolangun Masih Menjadi Temuan Inspektorat

Sebarkan artikel ini
Page Visited: 544
0 0
Read Time:1 Minute, 28 Second

SAROLANGUN-Suararakyatnew.com,

Banyaknya laporan dan temuan terkait serapan Dana Desa di Kabupaten Sarolangun menjadi catatan Inspektorat Sarolangun. Temuan dan laporan yang masuk ke Inspektorat terkait banyaknya kegiatan pembangunan yang  bersumber dari dana APBN  melalui program Dana Desa (DD) yang tidak rampung dan kekurangan Volume dalam pelaksananya yang menjadi temuan dari BPK dan Inspektorat


Kepala Inspektorat Kebupaten Sarolangun Drs Musihadi melalui sekretaris Ridza saat dikomfirmasi pada Senin (24/7/2018) di Ruang kerjanya menjelaskan tahapan proses pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Sarolangun sebagai berikut setelah diperiksa lalu dibuat laporan hasil pemeriksaan (LHP), dan hasil dari LHP tersebut baru dikeluarkan P2HP.

“Setelah keluar P2HP nya, selanjutnya dikonfirmasi kepada yang bersangkutan. dari situlah nampak Kadesnya tidak koperatip terhadap temuan, dan temuan tersebut menjadi RHP lalu kita serahkan kepada Bupati Sarolangun untuk dipelajari dari A sampai Z terhadap RHP tersebut,” Terang Ridza.

Lebih lanjut dikatakannya, “Selain itu RHP nya kita sampaikan kepada Camat untuk melanjutkan temuan tersebut kepada yang bersangkutan, misalnya kekurangan volume, melalui Camat kita meminta Kades menambah kekurangan volume, tapi kenyataannya sampai sekarang Kadesnya tidak Koperatip, hingga batas waktu kami panggil, tapi tidak juga mau datang, ini sudah pemangilan yang ke tiga kalinya.” ujar Ridza tanpa menyebutkan nama-nama desa yang dimaksud.


Ridza dengan tegas menyebutkan apabila sampai pemangilan yang ketiga tidak juga datang permasalahan akan diserahkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) seperti yang terjadi dengan permasalahan Desa Bukit Talang Mas Kecamatan Singkut.

Saat disinggung laporan yang masuk ke Inspektorat Sarolangun Ridza tidak bisa menjelaskan secara detail namun menurutnya banyak, ada yang sudah mengembalikan kerugian atau kekurangan tersebut, ada juga yang tidak mengembalikan. Terkait tidak dipublikasikannya pengembalian tersebut menurut Ridza masih terhalang dengan aturan dan peraturan Bupati.


“Sudah ada yang mengembalikan, ada juga yang belum, namun kita tidak publikasikan karena terhalang Perbup,” ujarnya. (Andra)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Advertisements
Advertisements

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Press Release Unit IV PPA,Kembali Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan,Tim FRN Batanghari Sangat Apresiasi BATANGHARI- Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press Release terkait Tindak Pidana setiap orang dilarang melakukan kekerasan, Ancaman kekerasan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain sebagaimana dalam Pasal 81 Ayat 3 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam Press Release disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Husni Abda,S.I.K.,M.H beserta Kanit IV PPA IPDA Sianturi yang digelar di ruang kerja Kasat Reskrim Polres Batanghari, Selasa (16/07/2024). Dijelaskan Kasat Reskrim AKP Husni Abda dalam Press Release nya,” sosok tersangka berinisial MS (41) telah melakukan aksi bejatnya sejak dari Bunga (nama samaran) menginjak kelas enam (6) Sekolah Dasar (SD) di Tahun 2021. Sedangkan tempat kejadian berada dikamar Korban atau rumah tersangka MS tepatnya di Kelurahan Pasar Baru,” ungkap AKP Husni. AKP Husni juga memaparkan kronologis singkat kejadian dari keterangan laporan korban,“ tersangka MS melakukan aksi bejat terhadap anaknya ini dalam keadaan rumah lagi sepi bahkan sering juga dilakukannya pada siang hari. Korban Bunga juga menceritakan tersangka melakukan dengan cara membujuk serta memberikan iming-iming uang setiap akan melakukan persetubuhan, juga mengancam akan berhentikan sekolah dan kalau terjadi apa-apa jangan minta tolong ke ayah (tersangka) terang dalam pengakuan korban,” papar Husni. Selanjutnya,” perbuatan bejat pelaku tercium pihak kepolisian, setelah mendapatkan laporan dari korban Bunga (nama samaran) pada Rabu 10 Juli 2024 lalu dan pada hari selanjutnya Kamis 11 Juli 2024 sekitar pukul 15.00 WIB Unit IV PPA yang di-backup Unit Buser Sat Reskrim Polres Batanghari langsung mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian,” ungkap AKP Husni. “ setelah itu Personil berhasil menemukan tersangka dan lakukan upaya paksa untuk dibawa ke Mapolres Batanghari guna untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya. Menurut Opini penulis dari kejadian yang berkali-kali pada beberapa tahun belakangan ini angka kriminalitas kasus Tindak Pidana Persetubuhan dan Pencabulan sangat tinggi, maka bukan hanya peran Polri saja yang harus selalu aktif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, perlu juga peran penting dari Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak serta peran para Alim Ulama agar bisa langsung mengatasi tindak kekerasan terhadap anak serta agar bisa menjaga hak-hak perempuan, ini adalah sebuah tantangan besar untuk kita semua demi untuk melindungi hak mereka. Dedi Ketua Satgas FRN (Fast Respon Nusantara)Tim Counter Opinion Polri di Kab.Batanghari, Sangat Ber Apresiasi terhadap Sat Reskrim Polres Batanghari,yang telah Banyak Mengungkap Kasus di wilayah Kabupaten Batanghari, Semoga Sat Reskrim Polres Batanghari Semakin jaya, Polri Presisi,Bravo Polres Batanghari,(tim)

BATANGHARI, Suararakyatnews.com, Sat Reskrim Polres Batanghari melaksanakan Press…

/* */